PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Seragam Gratis Jadi Berkah Ortu, Omzet Pedagang Klandasan Anjlok

Home Berita Seragam Gratis Jadi Berka ...

Di saat ribuan pelajar Kalimantan Timur bersiap menerima seragam sekolah gratis dari pemerintah, pedagang seragam di Balikpapan menghadapi kenyataan berbeda.


Seragam Gratis Jadi Berkah Ortu, Omzet Pedagang Klandasan Anjlok
Potret pedagang seragam sekolah di Pasar Klandasan, Balikpapan, jelang masuk sekolah, pedagang mengaku penjualan justru sepi. Foto: Ekspos Kaltim

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Jelang bergulirnya tahun ajaran baru, penjualan seragam sekolah di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan terpantau masih sepi. Salah satu pedagang seragam, Helmi mengatakan, biasanya mendekati masuk sekolah penjualan mengalami peningkatan yang signifikan.

"Tahun ini sepi, bahkan lebih sepi dari tahun-tahun lalu. Biasanya sudah ramai jualan, ini masih sepi," kata Helmi, Rabu (8/7/2026).

Penjualan yang menurun juga menggerus omzet pedagang berumur 65 tahun ini. Helmi mengklaim, penurunan omzet ini sudah dirasakan sejak beberapa tahun belakangan. Terutama setelah Pemkot Balikpapan menggratiskan seragam sekolah untuk jenjang SD dan SMP.

Sejak diberlakukan beberapa tahun belakangan, pedagang seragam mengaku penjualan kian sepi. Bahkan, Helmi mengklaim penjualan seragam menurun hingga 50 persen.

“Tahun ini penjualan lebih sepi daripada tahun-tahun sebelumnya. Mungkin ada 50 persen penurunan,” kata Helmi, salah satu pedagang seragam di Pasar Klandasan, Balikpapan Kota, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: Seragam Gratis Menunggu Realisasi Tunjangan

Pemilik Toko "Saudara 2" ini bilang, kondisi seperti sudah mulai dirasakan pedagang sejak 3 tahun belakangan. Salah satunya karena kebijakan pemerintah yang memberikan seragam gratis untuk murid tahun ajaran baru.

“Iya sekarang orang tua biasanya hanya belikan anaknya satu setel seragam saja. Buat sementara sambil nunggu seragam gratisnya dibagikan,” ujar dia.

Untuk seragam, Helmi menyebut setiap pasang dibanderol Rp150 ribu untuk seragam SD, Rp180 ribu untuk SMP, dan Rp200 ribu untuk sepasang seragam SMA.

Minta Pemerintah Pikirkan Nasih Pedagang

Belakangan, Pemprov Kaltim mengikuti jejak Pemkot Balikpapan dengan menggratiskan seragam sekolah untuk tingkat SMA. Situasi ini, kata Helmi kian menjepit pedagang seragam.

Meski memaklumi program seragam gratis dari pemerintah, Helmi berharap ada solusi agar pedagang kecil sepertinya omzetnya tak terus tergerus.

“Iya kita kan tidak bisa melawan kalau itu (program seragam gratis) kebijakan pemerintah. Tapi dari kami pedagang kecil ini juga minta ada kebijakan agar usaha kami tak tutup,” pinta dia.

Tetap Beli Seragam

Salah satu warga, Dini, mengaku tetap membeli perlengkapan sekolah, termasuk seragam baru untuk anaknya yang baru masuk SD, meski pemerintah akan membagikan seragam gratis.

“Ini untuk sementara saja sebelum seragam gratis dibagikan. Kasian nanti kalau masuk sekolah enggak pake seragam,” kata Dini.

Dini mengatakan sudah sering membeli seragam di Toko Saudara. Sejak anak pertamanya lahir. “Saya memang langganan di sini, sejak dulu. Harganya memang beda dari toko lain,” katanya.

Sebagai informasi, tahun ini Pemkot Balikpapan lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan anggaran mencapai Rp20 miliar untuk pengadaan sekitar 150 ribu pasang seragam, yang akan dibagikan kepada siswa PAUD, SD, dan SMP.

Sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan 64.000 paket seragam sekolah gratis bagi pelajar tingkat menengah (SMA) untuk menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, dengan alokasi anggaran Rp65 miliar.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :