Sepanjang Januari hingga Maret 2026, investasi Rp16,04 triliun yang masuk ke daerah ini berhasil menyerap lebih dari 22 ribu tenaga kerja baru.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Investasi senilai Rp16,04 triliun yang masuk ke Kalimantan Timur sepanjang triwulan pertama 2026 membuka 22.873 lapangan kerja baru. Namun di tengah derasnya arus modal yang masuk, sektor pertambangan masih menjadi tujuan investasi terbesar, menegaskan bahwa struktur investasi daerah masih bertumpu pada industri ekstraktif.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana mengatakan tambahan tenaga kerja tersebut berasal dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
"Serapan tenaga kerja Kaltim secara keseluruhan sampai saat ini didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan porsi 19,5 persen atau 390.461 orang, diikuti perdagangan besar dan eceran sebanyak 16,9 persen atau 338.446 pekerja," kata Fahmi di Samarinda, Rabu (1/7).
Berdasarkan data DPMPTSP Kaltim, PMDN menyerap 19.428 tenaga kerja baru, sedangkan PMA menyerap 3.391 tenaga kerja.
Di sisi lain, komposisi investasi masih didominasi sektor pertambangan. Sepanjang triwulan pertama 2026, sektor ini mencatatkan nilai investasi sebesar Rp5,75 triliun atau menjadi penyumbang terbesar dari total investasi yang masuk ke Kaltim.
Setelah pertambangan, investasi terbesar berikutnya berasal dari sektor pertanian senilai Rp2,67 triliun dan sektor kehutanan sebesar Rp2,21 triliun.
Dominasi investasi pada sektor berbasis sumber daya alam tersebut menunjukkan bahwa geliat modal di Kaltim masih banyak bertumpu pada aktivitas ekstraktif dan sektor primer, meski pemerintah terus mendorong diversifikasi ekonomi melalui berbagai proyek pengembangan baru.
Fahmi mengatakan tren investasi Kaltim dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan pertumbuhan positif. Bahkan realisasi investasi daerah secara konsisten melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Apabila kita melihat tren positif selama empat tahun terakhir, realisasi investasi Kaltim selalu sukses melampaui target yang ditentukan oleh pemerintah nasional, dan itu artinya Provinsi Kalimantan Timur sampai saat ini masih menjadi magnet bagi para investor," ujarnya.
Menurut dia, posisi Kaltim sebagai daerah penyangga sekaligus wilayah yang beririsan langsung dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut memperkuat daya tarik investasi.
Sejumlah proyek yang saat ini dipromosikan kepada investor antara lain pengembangan Depo Kontainer Kariangau di Balikpapan, pembangunan fasilitas hotel dan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) di Penajam Paser Utara, pengolahan rumput laut di kawasan Pelabuhan Pondong Kabupaten Paser, hingga pembangunan Rest Area Long Ikis.
DPMPTSP Kaltim juga terus mengoptimalkan promosi investasi melalui platform digital Sistem Informasi Promosi Investasi (SOMASI).
Melalui aplikasi tersebut, calon investor dapat mengakses berbagai informasi mengenai peluang investasi, profil proyek, hingga potensi kemitraan usaha yang tersedia di Kaltim.
"Melalui SOMASI, calon investor dapat dengan mudah memperoleh informasi strategis mulai dari profil hingga peluang kemitraan secara cepat, transparan, serta terintegrasi," kata Fahmi. (ant)



