Seorang bocah berusia 8 tahun tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang ditumpanginya ditabrak truk tronton di Simpang Batu Ampar, Balikpapan. Polisi menduga kecelakaan dipicu kelalaian sopir.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di persimpangan tiga Pos Batu Ampar (Simpang Butun), Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Jumat (31/7) sekitar pukul 12.00 WITA.
Sebuah sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi KT 6164 HQ yang dikendarai Taruno (41) dan berboncengan dengan Nabil Malik Aljabbar (8) ditabrak dari belakang oleh truk tronton roda 10 Nissan UD bermuatan kosong bernomor polisi KT 8204 LK.
Insiden nahas tersebut mengakibatkan Nabil meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, sang pengendara motor, Taruno, mengalami luka berat (LB) dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Dikonfirmasi, Kasat Lantas Polresta Balikpapan Kompol Muhammad Dahlan Jauhari membenarkan peristiwa kecelakaan maut tersebut.
"Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta Simpang Tiga Batu Ampar antara kendaraan roda 10 dan sepeda motor. Akibat peristiwa ini, penumpang sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan pengemudinya mengalami luka berat," ujar Jauhari kepada wartawan, Jumat sore.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan data olah TKP awal serta rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, musibah berawal saat truk roda 10 yang dikemudikan oleh Alvine Rifani (27) melaju tanpa muatan dari arah Jalan Soekarno-Hatta (Hotel Platinum) menuju Jalan MT Haryono.
Sesampainya di persimpangan tiga Batu Ampar, pengemudi truk hendak berbelok ke kiri menuju arah Jalan MT Haryono. Namun, sopir diduga polisi kurang memperhatikan situasi arus lalu lintas dan tidak menyadari keberadaan sepeda motor Honda Scoopy di depannya yang melaju searah dari Samarinda menuju Balikpapan.
Truk tersebut lantas menabrak bagian belakang sepeda motor hingga membuat pengendara dan penumpangnya terjatuh dan terlindas di badan jalan.
"Dugaan sementara pemicu kecelakaan berasal dari faktor kelalaian manusia (human error), di mana pengemudi truk kurang memperhatikan situasi arus lalu lintas saat hendak belok di persimpangan," ungkap Jauhari.
Polisi memastikan kondisi fisik jalan di lokasi beraspal mulus, cuaca siang hari dalam keadaan cerah, serta armada truk yang terlibat dinyatakan layak jalan. Kerugian material akibat kerusakan kendaraan ditaksir mencapai Rp 1 juta.
Unit Gakkum Satlantas Polresta Balikpapan telah mengamankan pengemudi truk beserta barang bukti kendaraan, mengumpulkan data identitas para saksi, dan memeriksa rekaman CCTV untuk proses hukum serta penanganan lebih lanjut.



.jpeg)