Di saat ribuan ASN di berbagai daerah memilih meninggalkan status aparatur sipil negara, Pemkot Samarinda justru mengaku belum menerima satu pun laporan pengunduran diri
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Fenomena ribuan aparatur sipil negara (ASN) yang memilih mengundurkan diri sebagaimana menjadi sorotan di tingkat nasional rupanya belum berdampak terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Di tengah kekhawatiran mengenai menurunnya minat maupun loyalitas aparatur di sejumlah daerah, Pemkot Samarinda memastikan kondisi internal birokrasinya masih stabil tanpa adanya laporan ASN yang mengundurkan diri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamilia Shanti, menegaskan hingga saat ini belum menerima laporan adanya ASN di lingkungan Pemkot Samarinda yang memutuskan mengakhiri statusnya sebagai aparatur sipil negara.
"Kalau di kita belum ada denger laporan terkait ASN yang mengundurkan diri. Jadi kalau untuk di lingkup Pemkot Samarinda masih aman saja," ujarnya saat dikonfirmasi EksposKaltim, Jumat (31/7).
Neneng menyebut selama dirinya menjabat sebagai Sekda, iklim birokrasi di lingkungan Pemkot Samarinda justru menunjukkan tren yang positif. Salah satu faktor yang dinilai berkontribusi menjaga semangat ASN adalah penerapan sistem manajemen talenta yang mendorong setiap pegawai terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.
"Jadi terus terang saya salut sama teman-teman, seluruh lapisan ASN, semua berlomba-lomba untuk meningkatkan kompetensi," katanya.
Sebagai informasi, manajemen talenta merupakan sistem pengelolaan ASN berbasis merit yang diterapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memetakan pegawai berdasarkan potensi, kompetensi, dan kinerja secara objektif. Melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA), setiap ASN ditempatkan dalam kategori nine box atau kotak talenta, mulai dari box 1 hingga box 9, dengan box 9 berisi pegawai yang memiliki potensi dan kinerja tertinggi.
Dalam sistem ini, promosi jabatan tidak lagi bergantung pada mekanisme seleksi terbuka semata, melainkan mengacu pada hasil pemetaan yang telah dilakukan secara sistematis, termasuk asesmen kompetensi, rekam jejak kinerja, jenjang pendidikan, pengalaman, pangkat, hingga kesesuaian rumpun jabatan.
Menurutnya, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program yang difasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Mulai dari coaching, pembelajaran daring, hingga konsultasi secara langsung dimanfaatkan secara aktif oleh ASN di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
"Antusias sekali teman-teman dari seluruh lapisan ASN, dari seluruh OPD juga aktif jadinya, meningkatkan kompetensinya, baik dari pelatihan online maupun konsul langsung," ungkapnya.
Neneng menilai, implementasi manajemen talenta telah membawa perubahan nyata terhadap budaya kerja aparatur di lingkungan Pemkot Samarinda. Sistem tersebut mendorong ASN tidak hanya mengejar kinerja, tetapi juga terus mengembangkan kemampuan agar memiliki peluang pengembangan karier yang lebih baik.
"Kan terkait dengan box-nya itu sebenarnya, nah itu kelihatan sekali perubahannya," tuturnya.
Dengan kondisi tersebut, Neneng memastikan isu pengunduran diri ASN yang mencuat secara nasional belum terjadi di lingkungan Pemkot Samarinda. Ia menegaskan roda pemerintahan tetap berjalan normal dengan dukungan aparatur yang masih memiliki motivasi tinggi untuk mengembangkan kompetensi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Yang pasti di Samarinda aman sih, belum ada ASN yang mengundurkan diri," pungkasnya.



