Puluhan kios hangus hanya dalam hitungan jam, menghidupkan kembali alarm lama tentang rapuhnya bangunan Pasar Sepinggan yang telah berdiri sejak era 1970-an.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengerahkan sebanyak 15 unit armada pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah yang melalap deretan kios di Pasar Sepinggan, Jumat (31/7) pagi.
Laporan kebakaran diterima jajaran BPBD Balikpapan sekitar pukul 06.30 WITA. Mengingat sebagian besar material bangunan pasar berbahan kayu dan rawan merembet, BPBD menerjunkan seluruh personel dari berbagai pos sektor.
"Kondisi bangunan berbahan kayu. Semua unit dan pos sektor kami kerahkan, dibantu personel TNI, Polri, dan armada pemadam Pertamina. Total ada 15 unit mobil pemadam yang diturunkan ke lokasi," ujar Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali.
Usman berkata proses pemadaman hingga pendinginan di lokasi sempat mengalami kendala akibat padatnya kerumunan warga yang menonton, akses jalan masuk yang sempit, serta terbentangnya jaringan kabel listrik di sekitar pasar.
"Untuk jumlah pasti petak yang habis terbakar masih pendataan karena petugas fokus pendinginan. Mengenai penyebab pasti sumber api, nanti tim dari kepolisian yang akan menyampaikan," imbuhnya.
Tak Ada APAR dan Bangunan Tua Sejak 1970-an
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengonfirmasi bahwa pemicu sementara kebakaran diduga berasal dari korsleting arus listrik.
Haemusri juga mengakui tidak tersedianya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di area yang terbakar, sehingga kepanikan pedagang tak terhindarkan dan api dengan cepat membesar.
"Informasi awal ada pengapian akibat korsleting listrik. Di lokasi kejadian juga diakui tidak ada ketersediaan APAR, sehingga pedagang panik dan api sulit diantisipasi sejak awal," jelas Haemusri.
Ia mengungkapkan deretan kios yang terbakar merupakan bagian dari fasilitas perdagangan tua yang berdiri sejak era 1970-an. Pemkot Balikpapan sebenarnya telah menyusun dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk revitalisasi pasar tersebut.
"Bangunan ini memang sudah lama, berdiri sejak 1970. Pemerintah daerah sudah menyusun DED dan kami akan melakukan kaji ulang (review) DED tersebut untuk mempercepat revitalisasi Pasar Sepinggan," tegasnya.
Sebagai langkah darurat, Disdag Balikpapan mengimbau seluruh pedagang yang menjadi korban kebakaran untuk segera melapor ke UPTD Pasar Sepinggan.
"Bagi pedagang yang terdampak, silakan melapor ke Kantor UPTD Pasar. Kami sedang memetakan lokasi untuk menyediakan tempat penampungan sementara (TPS) agar mereka bisa kembali berjualan," pungkas Haemusri.



