Karhutla di sekitar IKN kini mendapat perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Laporan 458 hektare lahan terbakar di Bukit Soeharto membuat Presiden meminta aset pemadaman diperkuat agar api tak merambat ke zona inti IKN.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, diperkuat. Ia mengingatkan agar kebakaran tidak meluas hingga zona inti IKN.
Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan bencana secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9). Ia meminta aset penanganan karhutla dikerahkan secara maksimal, termasuk menambah sarana pemadaman di kawasan yang dinilai membutuhkan.
“Kebakaran yang dekat IKN itu harus diperhatikan dan mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti,” kata Prabowo sebagaimana dipantau melalui tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden.
458 Hektare Terbakar
Perhatian Presiden tersebut disampaikan setelah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan karhutla di kawasan IKN, tepatnya di Bukit Soeharto. Luasan yang terbakar mencapai 458 hektare.
“Di IKN, Kalimantan Timur, di kawasan IKN Bapak Presiden, di Bukit Soeharto ada 458 hektare,” kata Suharyanto.
Menurut Suharyanto, kebakaran masih dalam proses penanganan dengan dukungan Satuan Tugas Darat dan helikopter water bombing.
“Ini sedang proses penanganan, kami pun bantu dengan Satgas Darat dan Heli WB (water bombing) ke sana,” ucapnya.
Dalam rapat tersebut, Suharyanto juga melaporkan perkembangan penanganan karhutla di enam provinsi prioritas di Sumatera dan Kalimantan. Sekitar 98 persen kebakaran lahan gambut di wilayah tersebut telah berhasil dipadamkan.
Enam provinsi itu meliputi Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.
Operasi darat dan udara yang melibatkan unsur gabungan telah memadamkan 71.069,65 hektare dari total 72.009,10 hektare lahan gambut yang terbakar. Dengan demikian, sekitar 939,45 hektare masih menjadi sasaran penanganan.
“Kami sudah berhasil memadamkan 71.069,65 hektare di enam provinsi per hari ini. Jadi, kami laporkan total yang terbakar di enam provinsi yang lahan gambut. Lahan gambut ini yang susah untuk dipadamkan,” ujarnya.
Api Bisa Kembali Menyala
Meski sebagian besar area telah dipadamkan, BNPB masih mempertahankan kewaspadaan. Titik api baru masih berpotensi muncul, sementara kebakaran yang telah dipadamkan juga dapat kembali menyala karena karakteristik lahan gambut.
Suharyanto mengatakan kondisi tersebut membuat luas kebakaran tidak selalu langsung menurun meski pemadaman terus dilakukan.
“Apakah 939,45 ini setelah dipadamkan hari ini, besok berkurang? Mudah-mudahan berkurang, tetapi kadang-kadang juga tidak berkurang signifikan karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran yang baru, atau kebakaran yang lama yang sudah dipadamkan tiba-tiba hidup kembali. Itulah kesulitannya lahan gambut di enam provinsi prioritas ini,” kata dia.
Untuk memperkuat operasi, Prabowo juga meminta Suharyanto berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengenai penempatan helikopter berat jenis Chinook.
“Baik, nanti didiskusikan ya dengan Panglima TNI nanti posisi (helikopter) Chinook-Chinook sebaiknya ada di mana,” kata Presiden.



