Di tengah kebakaran hutan dan lahan yang masih meluas serta meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan mengunjungi Kalimantan Selatan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan pada Kamis (10/9/). Di tengah situasi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, agenda kunjungan kali ini tidak hanya menyasar sektor pendidikan, tetapi juga penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap.
Kepala Dinas Sosial Kalimantan Selatan Muhammad Farhanie mengatakan rombongan Wakil Presiden diperkirakan tiba sekitar pukul 15.00 Wita setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Kalimantan Tengah.
Menurut dia, terdapat tiga lokasi utama yang akan menjadi fokus kunjungan, yakni Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, serta salah satu posko penanganan karhutla.
“Rombongan Wakil Presiden diperkirakan tiba di Kalimantan Selatan setelah melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Kalimantan Tengah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kalsel dengan sejumlah titik kunjungan yang telah disiapkan pemerintah daerah bersama tim pusat,” kata Farhanie.
Ia menjelaskan kunjungan ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru berkaitan dengan penanganan kasus ISPA yang meningkat seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Sementara itu, lokasi posko karhutla yang akan dikunjungi masih menunggu keputusan akhir dari tim pusat. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan berada di kawasan Gunung Damar.
“Posko penanganan karhutla yang kemungkinan dikunjungi berada di kawasan Gunung Damar, namun lokasi tersebut masih dapat berubah sesuai keputusan tim pusat,” ujarnya.
Selain meninjau penanganan karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, Gibran juga dijadwalkan melihat langsung pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Banjarbaru.
Kepala SRT 9 Banjarbaru Rifki Hakim mengatakan pihaknya baru menerima informasi kunjungan pada Rabu pagi sehingga seluruh persiapan dilakukan dalam waktu singkat.
Menurut Rifki, karena kunjungan berlangsung pada sore hari, aktivitas ekstrakurikuler siswa berpotensi menjadi salah satu fokus yang ditinjau Wakil Presiden.
SRT 9 Banjarbaru saat ini memiliki 16 kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari melukis, public speaking, hingga berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat lainnya.
“Kunjungan Wakil Presiden ke SRT 9 Banjarbaru merupakan bagian dari arahan Presiden untuk melakukan kunjungan ke daerah yang memiliki Sekolah Rakyat. Wapres diharapkan menyempatkan melihat langsung pelaksanaan program, termasuk kondisi fasilitas dan aktivitas para siswa,” kata Rifki.
Selain menyaksikan kegiatan siswa, Wakil Presiden juga berpeluang meninjau sejumlah fasilitas penunjang seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, teater terbuka, tempat makan, musala, hingga asrama siswa.
Kunjungan tersebut berlangsung saat Kalimantan masih menghadapi ancaman karhutla yang memicu gangguan kualitas udara dan peningkatan kasus gangguan pernapasan di sejumlah daerah. Karena itu, agenda peninjauan karhutla dan ISPA diperkirakan menjadi salah satu sorotan utama dalam lawatan Wakil Presiden ke Kalimantan Selatan. (ant)


