PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

BMKG Belum Prediksi Hujan Merata di Kaltim-Kalsel

Home Berita Bmkg Belum Prediksi Hujan ...

Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan masih didominasi cuaca berawan. 


BMKG Belum Prediksi Hujan Merata di Kaltim-Kalsel
BMKG memprediksi hujan belum akan merata turun di wilayah Kalimantan. Foto: Dok.Ekspos

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Samarinda pada Kamis (17/9) didominasi kondisi berawan. Prakiraan ini menjadi perhatian di tengah kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam prakiraan cuaca nasional yang dirilis BMKG, Samarinda termasuk dalam daftar kota besar yang diperkirakan hanya mengalami cuaca berawan sepanjang hari.

Selain Samarinda, kondisi serupa diprakirakan terjadi di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Ternate.

Sementara itu, hujan ringan diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palangka Raya, Tanjung Selor, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya.

Prakirawan BMKG Diah Ayu menjelaskan secara umum terdapat sejumlah daerah konvergensi yang memanjang di perairan Indonesia, mulai dari Laut Jawa, Laut Flores bagian barat, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Laut Timur, Laut Arafuru, Laut Maluku hingga Laut Halmahera.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilalui jalur konvergensi maupun konfluensi.

Meski demikian, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang diprakirakan tidak terjadi di sebagian besar kota besar Indonesia pada hari ini.


Prakiraan cuaca tersebut menjadi perhatian bagi Samarinda yang saat ini masih menghadapi dampak kemarau panjang. Sebelumnya, Pemerintah Kota Samarinda memperpanjang status tanggap darurat kekeringan hingga 21 September 2026 menyusul menyusutnya sumber air baku dan meningkatnya risiko karhutla.

Hingga awal September, lebih dari 152 kejadian karhutla tercatat terjadi di Samarinda dengan luas lahan terbakar mencapai 275,21 hektare.

Di sisi lain, BMKG kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, termasuk tsunami. Kepala Pusat Standardisasi Instrumentasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG Rahmat Triyono menekankan bahwa respons cepat masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko korban.

“Sebagus apa pun sistem peringatan dini, kesadaran masyarakat untuk segera merespons potensi tsunami tetap menjadi kunci utama,” ujarnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :