Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengubah aktivitas sekolah di Balikpapan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengganggu kegiatan belajar-mengajar di Balikpapan. Kepala SDN 012 Balikpapan Timur, Ngatiani, menyatakan bahwa upacara dan olahraga di sekolahnya telah ditiadakan selama dua pekan dan kini memasuki pekan ketiga.
"Upacara dan olahraga sudah dua pekan ini ditiadakan karena asap Karhutla yang menyelimuti Balikpapan. Ini berjalan dua pekan dan ini masuk minggu ketiga," ujar Ngatiani, Senin (21/9/2026).
Kebijakan tersebut, kata Ngatiani, merupakan tindak lanjut imbauan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan seiring kondisi udara yang kurang baik. Selain peniadaan upacara dan olahraga, kegiatan di luar kelas juga dibatasi.
Siswa Diminta Pakai Masker
Ngatiani mengimbau seluruh siswa berangkat ke sekolah dengan mengenakan masker. Meski demikian, ia mengakui masih ada siswa yang melepas masker saat berada di dalam kelas.
"Anak-anak diimbau berangkat sekolah menggunakan masker. Memang di dalam kelas kadang ada yang melepas," ujarnya.
Hingga saat ini, lanjut Ngatiani, belum ada pembagian masker gratis dari dinas terkait. Kebutuhan masker siswa masih dipenuhi secara mandiri oleh pihak sekolah maupun orang tua.
"Sejauh ini belum ada pembagian masker gratis dari dinas. Jadi masih mandiri," kata dia.
Tidak Ada Laporan ISPA
Ngatiani memastikan hingga saat ini tidak ada laporan siswa di sekolahnya yang terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Ia berharap kondisi tersebut tetap terjaga.
"Sampai sejauh ini tidak ada laporan siswa di tempat kami yang terpapar ISPA. Semoga saja tidak ada yang terpapar," ujarnya.
Terkait kemungkinan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Ngatiani menyatakan opsi itu masih dalam pemantauan dinas pendidikan. Jika kondisi asap semakin parah, PJJ mungkin saja diterapkan. Namun, untuk sementara, sekolah tetap mengikuti imbauan yang berlaku.
"Ada kemungkinan PJJ, tetapi dinas sepertinya masih memantau kondisi. Jika semakin parah mungkin saja PJJ. Sementara ya ikuti imbauan ini," tuturnya.
Meski demikian, Ngatiani menilai PJJ kurang efektif. Menurutnya, anak-anak belum tentu berada di rumah dan masih banyak yang keluar. Selain itu, ia menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya diterima siswa.
"PJJ sebenarnya juga kurang efektif. Pertama, anak-anak juga belum tentu di rumah, pasti banyak keluar. Kasihan juga mereka, harusnya dapat jatah MBG. Kalau libur sekolah tapi harus ambil MBG, kan mending tetap di sekolah," ujarnya.
Ngatiani juga menyoroti keterbatasan jaringan internet yang tidak merata. Sebagian siswa, katanya, tidak memiliki akses wifi sehingga PJJ berpotensi menimbulkan masalah baru.
"Jaringan tidak semua merata. Ada juga yang tidak punya wifi, itu juga tentu jadi masalah," kata dia.
Imbau Penggunaan Masker
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memastikan belum menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan, meski kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti langit Kota Balikpapan.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyatakan bahwa hingga saat ini kondisi paparan asap di Balikpapan dinilai masih dalam batas aman, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tetap berlangsung seperti biasa.
Meski demikian, Disdikbud telah menerbitkan imbauan ke seluruh sekolah untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan pada siswa akibat paparan asap tipis.
"Kami mengimbau sekolah untuk mewajibkan anak-anak menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan atau olahraga outdoor," ujar Irfan di Balikpapan, Jumat (18/9/2026).
Irfan menegaskan, secara infrastruktur dan kesiapan teknis, seluruh satuan pendidikan di Balikpapan sebenarnya sudah siap jika sewaktu-waktu harus mengalihkan mode belajar menjadi PJJ.
Keputusan pengalihan KBM tatap muka ke PJJ nantinya akan merujuk pada pemantauan tingkat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan koordinasi resmi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan.
"Jika kondisi kualitas udara sudah masuk dalam kategori membahayakan, otomatis kami bersama DLH dan pihak terkait akan berkoordinasi untuk menentukan opsi PJJ. Namun untuk saat ini kondisinya masih aman," terangnya.
Disdikbud Balikpapan memastikan bakal terus memantau perkembangan kualitas udara harian dan meminta pihak sekolah tetap siaga menjaga kesehatan lingkungan belajar para siswa.



