PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Waduk Manggar Diserbu Gulma, Wisata Air Balikpapan Kehilangan Separuh Pengunjung

Home Berita Waduk Manggar Diserbu Gul ...

Kemarau panjang yang menyusutkan debit air Waduk Manggar kini memunculkan persoalan baru.


Waduk Manggar Diserbu Gulma, Wisata Air Balikpapan Kehilangan Separuh Pengunjung
Kapal wisata di Kawasan Wisata Waduk Manggar, Balikpapan Utara. Akibat gulma, kunjungan wisata ke waduk ini turun hingga 50 persen. Foto: Eksposkaltim/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Fenomena kemarau panjang imbas El Nino tak hanya menyusutkan debit air di Waduk Manggar, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tetapi juga memicu ledakan pertumbuhan tanaman gulma air.

Hamparan gulma menyerupai "pulau berjalan" kini menutupi sebagian besar permukaan air waduk dan mengganggu aktivitas sejumlah objek wisata air di sekitarnya, seperti Tanjung Gading, Bamboe Wanadesa, hingga Wisata Meranti.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bamboe Wanadesa, Murdianto, mengungkapkan bahwa gumpalan gulma yang bertambah banyak dan terbawa angin membuat perahu wisata tak dapat berlayar. Kondisi ini memukul pendapatan sektor pariwisata lokal.

"Dampaknya sangat terasa untuk objek wisata air. Kapal tidak bisa berlayar dan pengunjung yang mau menikmati suasana jadi terhalang. Akibat kemarau dan gulma ini, angka kunjungan wisatawan merosot drastis lebih dari 50 persen," ungkap Murdianto.

Selain melumpuhkan objek wisata, Murdianto mengkhawatirkan penurunan debit air yang terus terjadi akan membuat hamparan gulma membusuk dan mencemari kualitas air baku di waduk terbesar Kota Balikpapan tersebut.

BWS Kaltim Usulkan Rp3 Miliar ke Pemerintah Pusat

Menanggapi keluhan pengelola wisata dan ancaman kualitas air baku, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV membenarkan bahwa kemunculan gulma berskala besar dipicu oleh penurunan debit air selama musim kemarau.

Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Wilayah 1 BWS Kalimantan IV, Fatturrahman, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan gulma sejatinya rutin dilakukan setiap tahun. Namun, cakupannya belum maksimal akibat keterbatasan alokasi anggaran penanganan operasional.

"Pembersihan rutin kami lakukan setiap tahun, khususnya di Waduk Manggar. Namun anggarannya memang terbatas, sehingga saat ini penanganan difokuskan pada titik-titik lokasi yang paling prioritas agar tidak mengganggu produksi air baku," terang Fatturrahman.

Untuk mengatasi permasalahan eceng gondok dan gulma secara menyeluruh, BWS Kalimantan IV telah mengajukan usulan dana penanganan khusus kepada pemerintah pusat untuk tahun anggaran mendatang.

"Kami sudah mengusulkan anggaran sekitar Rp3 miliar ke pemerintah pusat untuk tahun depan. Anggaran ini akan difokuskan untuk penanganan gulma secara masif sekaligus pengerukan sedimentasi di Waduk Manggar," kata dia


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :