PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Lamun Kaltim Simpan 1.157 Ton Karbon, Potensi Nilai Ekonominya Capai Rp5,78 Miliar

Home Berita Lamun Kaltim Simpan 1.157 ...

Di bawah hamparan lamun Kaltim, tersimpan karbon yang nilainya tak kecil, mencapai 1.157,51 ton karbon berpotensi bernilai Rp5,78 miliar.


Lamun Kaltim Simpan 1.157 Ton Karbon, Potensi Nilai Ekonominya Capai Rp5,78 Miliar
Seekor dugong (Dugong dugon) atau yang sering disebut sebagai duyung atau sapi laut, sedang berada di dasar laut untuk mencari makan berupa tumbuhan lamun. Padang Lamun di Teluk Balikpapan menjadi salah satu benteng terakhir satwa yang nyaris punah ini. Foto via technologyindonesia.id

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Padang lamun di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur tak hanya penting bagi ekosistem laut, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi dari perdagangan karbon.

Hasil riset Brida Kaltim bersama Universitas Mulawarman menunjukkan simpanan karbon mencapai 1.157,51 ton dengan nilai ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp5,78 miliar.

Potensi tersebut berasal dari karbon biru yang tersimpan di ekosistem padang lamun pada sejumlah lokasi penelitian Badan Riset dan Inovasi Daerah Kalimantan Timur (Brida Kaltim).

Koordinator Tim Periset Karbon Biru, Yekhali Auliansyah, mengatakan nilai ekonomi tersebut diperoleh jika simpanan karbon dikonversi dengan harga perdagangan karbon yang kini mencapai Rp5 juta per ton.

"Nilai itu didapat dari simpanan 1.157,51 ton karbon di lokasi penelitian jika dikonversi dengan harga perdagangan karbon yang kini mencapai Rp5 juta per ton," ujar Auliansyah, ditulis Sabtu (3/10). 

Ia menyebut nilai ekonomi karbon yang tersimpan dalam ekosistem lamun hingga kini belum sepenuhnya dihitung dan dimanfaatkan secara optimal.

Potensi tersebut diketahui melalui riset bertajuk "Restorasi Lamun sebagai Upaya Peningkatan Carbon Storage di Provinsi Kaltim" yang dilakukan secara berkesinambungan sejak 2024 hingga 2026.

Riset tersebut merupakan kerja sama antara Brida Kaltim, Yekhali, dan Universitas Mulawarman.

Sedimen Jadi Gudang Karbon Utama

Hasil penelitian menunjukkan stok karbon pada sedimen di salah satu lokasi mencapai 383,78 ton karbon per hektare. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan karbon yang tersimpan pada bagian tanaman lamun.

Pulau Miang Kecil di Kabupaten Kutai Timur mencatat simpanan karbon sedimen tertinggi sebesar 383,78 ton karbon per hektare (C per ha), disusul wilayah Kutai Kartanegara dengan 381,13 ton C per ha.

Sementara itu, stok karbon pada tegakan tanaman tertinggi tercatat di Pulau Malahing sebesar 4,19 ton C per ha dan Pulau Miang Kecil sebesar 2,18 ton C per ha.

“Temuan ini menegaskan peran sedimen sebagai gudang karbon utama ekosistem lamun,” kata Auliansyah.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa potensi karbon biru tidak hanya berada pada bagian tanaman lamun yang terlihat di permukaan, tetapi juga tersimpan dalam sedimen di bawah ekosistem tersebut.

Kaltim Punya 7.225,6 Hektare Padang Lamun

Di Bontang, tepatnya di perairan Malahing, tim penelitian mencatat luas padang lamun mencapai 802 hektare.

Dari kawasan tersebut, tim memperkirakan simpanan karbon mencapai 209 ton dengan estimasi nilai ekonomi hingga Rp17 juta per ton karbon per hektare.

Secara keseluruhan, Kaltim memiliki 7.225,6 hektare padang lamun yang tersebar di Berau, Kutai Timur, Bontang, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan, khususnya pada lokasi yang dilakukan penelitian.

Ekosistem tersebut juga memiliki kekayaan hayati yang tinggi. Dari 13 jenis lamun yang ditemukan di Indonesia, sebanyak 10 jenis ditemukan di perairan Kaltim.

Beberapa di antaranya yakni Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, dan Halophila ovalis.

Auliansyah berharap potensi karbon biru tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan. Selain memberikan nilai ekonomi, pengelolaan tersebut diharapkan tetap menjaga keberadaan ekosistem pesisir.

"Kami berharap potensi besar ini dapat dikelola secara berkelanjutan, sehingga nilai ekonomi karbon biru mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir sekaligus menjaga ekosistem tetap lestari," ujarnya. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :