PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Samarinda Diguyur Hujan, Siswa SMPN 8 Bentuk Lingkaran dan Bergandengan Tangan

Home Berita Samarinda Diguyur Hujan, ...

Setelah melewati cuaca panas, kekeringan, dan kabut asap karhutla, hujan deras yang mengguyur Samarinda disambut penuh kegembiraan oleh siswa SMPN 8 Samarinda Seberang. Mereka spontan membentuk lingkaran dan bergandengan tangan di bawah guyuran hujan.


Samarinda Diguyur Hujan, Siswa SMPN 8 Bentuk Lingkaran dan Bergandengan Tangan
Siswa SMPN 8 Samarinda Seberang bergandengan tangan membentuk lingkaran saat menyambut hujan deras yang mengguyur Samarinda, Senin (2/11). Momen spontan tersebut diabadikan pihak sekolah setelah Samarinda melewati periode cuaca panas dan kekeringan. /istimewa

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Kegembiraan menyambut hujan deras yang mengguyur Samarinda terlihat di lingkungan SMP Negeri 8 Samarinda Seberang, Senin (2/11). Sejumlah siswa spontan berkumpul, membentuk lingkaran, lalu saling bergandengan tangan di bawah guyuran hujan. Momen kebersamaan itu turut diabadikan oleh pihak sekolah.

Setelah beberapa waktu Samarinda dilanda cuaca panas dan kekeringan, turunnya hujan menjadi pemandangan yang disambut antusias oleh para siswa. Mereka mengekspresikan kegembiraan dengan berkumpul bersama, tanpa ada instruksi atau agenda khusus dari sekolah.

Staf Tata Usaha SMPN 8 Samarinda Seberang, Alfyan, mengatakan aksi tersebut murni merupakan inisiatif para siswa. Saat hujan mulai turun, mereka bergegas berkumpul dan membentuk lingkaran sambil bergandengan tangan.

“Awalnya waktu hujan turun para siswa berkumpul dan secara bersama-sama membentuk lingkaran dengan bergandengan tangan. Mereka senang menyambut turunnya hujan setelah beberapa waktu kan enggak pernah hujan,” ujar Alfyan kepada EksposKaltim.

Tidak ada arahan khusus dari guru maupun pihak sekolah yang melatarbelakangi aksi tersebut. Para siswa melakukannya atas kemauan sendiri sebagai bentuk ekspresi kegembiraan saat hujan deras turun.

“Ini inisiatif spontan dari mereka, tidak ada arahan khusus. Murni atas kemauan sendiri sebagai bentuk ekspresi kegembiraan mereka selama hujan deras tadi,” jelasnya.

Meski demikian, pihak sekolah tetap mengingatkan siswa untuk memperhatikan keselamatan. Pihak sekolah telah mengimbau agar para siswa tidak mandi hujan karena kondisi cuaca belakangan ini dinilai tidak baik untuk aktivitas tersebut.

Dalam beberapa waktu terakhir, Samarinda menghadapi cuaca panas, kekeringan, hingga kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut membuat turunnya hujan disambut dengan rasa syukur, termasuk oleh para siswa di lingkungan sekolah.

Alfyan mengakui situasi cuaca yang dialami Samarinda belakangan ini turut berkaitan dengan antusiasme siswa menyambut hujan. Menurutnya, hujan menjadi sesuatu yang dinantikan setelah masyarakat melewati periode panas dan kekeringan.

“Ya tentu ada kaitannya apalagi kondisi Samarinda kan belakangan kemarau, ditambah adanya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Termasuk kami pun bersyukur lihat kegembiraan para siswa,” tuturnya.

Lebih dari sekadar ekspresi kegembiraan, momen tersebut juga menjadi pengingat tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Alfyan berharap pengalaman yang dirasakan para siswa dapat menumbuhkan kesadaran untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

“Harapannya anak-anak bisa menjadikan ini sebagai pengingat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :