PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Terpisah dari Induk, Anak Orang Utan Terlantar di Tepi Jalan

Home Berita Terpisah Dari Induk, Anak ...

Sendirian di tepi jalan Desa Bagendang Tengah Kotim, anak orang utan betina ini berhasil diselamatkan warga. 


Terpisah dari Induk, Anak Orang Utan Terlantar di Tepi Jalan
BKSDA Resort Sampit menerima penyerahan satu anak orang utan yang ditemukan warga Bagendang Tengah, Selasa (3/11/2026). (ANTARA/HO-BKSDA Sampit)

EKSPOSKALTIM, Sampit — Satu individu anak orang utan betina diperkirakan berusia empat tahun ditemukan warga di tepi jalan Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Satwa langka dilindungi tersebut kini telah dievakuasi ke BKSDA Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun.

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya pertama kali menerima laporan mengenai temuan satwa tersebut dari Kepala Desa Bagendang Tengah, Untung, pada Senin (2/11/2026) pagi.

"Warga yang menemukan anak orang utan tersebut ingin menyerahkannya kepada petugas BKSDA. Setelah menerima laporan, kami mengatur waktu menuju desa guna melakukan proses serah terima," kata Muriansyah di Sampit, Rabu (4/11/2026).

Tim BKSDA Pos Sampit yang terdiri dari Muriansyah, Riska, dan Angga tiba di lokasi serah terima pada sore hari usai menyelesaikan tugas observasi penampakan orang utan di perkebunan rotan warga Desa Ganepo, Kecamatan Seranau.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik awal secara singkat, primata yang dilindungi undang-undang tersebut dipastikan berjenis kelamin betina dengan umur sekitar 4 tahun. Proses serah terima berjalan lancar sebelum akhirnya satwa dibawa untuk penanganan sementara.

Selanjutnya pada Selasa (3/11/2026) siang, tim dokter hewan dari BKSDA Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II bersama mitra Orangutan Foundation UK (OF UK) tiba di Sampit untuk mengecek kondisi umum satwa.

"Dari pemeriksaan awal, kondisi anak orang utan itu terlihat sehat. Meski begitu, pemeriksaan medis yang lebih komprehensif tetap dilaksanakan di Pangkalan Bun," jelasnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB di hari yang sama, tim membawa anak orang utan tersebut menuju kantor Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun guna menjalani karantina, tes laboratorium kesehatan, serta menentukan tahapan rehabilitasi atau pelepasliaran berikutnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :