21 September 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Jalani Rekonstruksi, Begini Kronologi ES Habisi Nyawa 2 Korbannya


Jalani Rekonstruksi, Begini Kronologi ES Habisi Nyawa 2 Korbannya
Tersangka peragakan adegan saat hendak membuang mayat korbannya. (EKSPOSKaltim/Ismal)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap 2 pria yang mayatnya ditemukan warga telah menjadi tengkorak, tersangka memperagakan 25 adegan.

Rekonstruksi kasus pembunuhan berlangsung di Jalan Poros Bontang-Samarinda KM 27, Desa Semangko, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (6/12) pagi.

Dalam rekonstruksi, tersangka memperagakan bagaimana ia membunuh korban bernama Yusuf (21). Dimana saat itu, tersangka yang ikut dalam mobil truk Yusuf dari Samarinda, memukul korban hingga meninggal saat mobil berhenti di Tanah Datar.

Kemudian, mayat Yusuf dibuang di semak belukar KM 27, tempat ditemukannya mayat korban yang telah menjadi tengkorak tersebut.

Lepas membuang jasad korban, tersangka kemudian membawa truk korban ke arah Sangatta Kabupaten Kutai Timur, dan dijual di wilayah Kecamatan Teluk Pandan.

Sementara, rekonstruksi kasus pembunuhan korban kedua atas nama Sutardi (51) dilakukan di Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Timur, usai digelar rekonstruksi korban pertama, Yusuf.

Ditemui di sela-sela pelaksanaan rekonstruksi, Dirkrimum Polda Kaltim Kombespol Winston Watuliu mengatakan, peran serta masyarakat dalam pengembangan kasus ini dinilai sangat penting. Pasalnya dari laporan saksi mata yang menemukan tengkorak manusia tersebut, dapat menuntun pihak kepolisian hingga dibekuknya tersangka.

Winston juga mengapresiasi atas kinerja pihak Polres Bontang yang sudah dapat menelusuri sampai menangkap tersangka.

Foto: EksposKaltim/Ismail

"Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari peran serta masyarakat. Pasalnya peran serta masyarakat ini yang pertama kali melihat tulang belulang korban, dengan tidak membuang-buang waktu langsung menghubungi Polres Bontang, sehingga dapat langsung diproses sampai pada penangkapan tersangka," paparnya.

Ditemui di tempat yang sama, Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn mengungkapkan penanganan kasus korban pertama, Yusuf, dilakukan oleh Polsek Marangkayu dan di Back Up Sat Reskrim Polres Bontang.

Sedangkan untuk korban kedua, Sutardi, diambil alih oleh Dit Reskrimum Polda Kaltim, mengingat TKP pembunuhan berada di wilayah Polres Kukar (Tenggarong Seberang).

"Terungkapnya kasus pembunuhan dan pencurian kekerasan ini, berkat kerjasama awak media yang telah memberitakan kasus penemuan mayat pada 8 November 2016 lalu, dengan menjelaskan barang-barang yang ditemukan di TKP yakni pakaian dan lainnya. Ditambah bantuan masyarakat yang mengenali pakaian korban, serta kerja keras Sat Reskrim Polres Bontang dan Unit Jatanras Polda Kaltim," paparnya.

Dijelaskan Andy, kronologis pembunuhan terhadap korban kedua terjadi saat korban bertemu dengan tersangka di Samarinda. Kala itu, korban kedua Sutardi menagih utang kepada tersangka. Meski telah beralasan tak memiliki uang, namun Sutardi tetap mendesak tersangka.

Karena terus didesak, tersangka kemudian mengajak korban, "Ayo ikut aku ambil uang ," kata tersangka, dan korban mengiyakan. Mereka pun naik ke mobil yang dikemudikan korban, menuju ke arah Tenggarong Seberang.

Sampai di suatu tempat yang sepi, tersangka meminta korban memberhentikan mobil miliknya. Setelah berhenti, tanpa berfikir panjang, tersangka langsung menusuk korban dengan pisau.

“Kondisi korban yang sudah mati kemudian dilempar ke jog tengah. Bersama mobilnya, korban kemudian dibawa ke arah Bontang dan dibuang di KM 27," terangnya.

Reporter : Ismail    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0