05 Desember 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

10 Jam Tutup Hauling PT GAM, Kades Sempayau Dipolisikan


10 Jam Tutup Hauling PT GAM, Kades Sempayau Dipolisikan
Jajaran manajemen PT Ganda Alam Makmur. (Ekspos Kaltim/Nirwana).

EKSPOSKALTIM, Kutim- Kekecewan masyarakat Desa Sempayau kepada perusahaan tambang PT Ganda Alam Makmur (GAM) memuncak dengan menutup jalur hauling, 3 Mei silam.

Aksi ini terpaksa dilakukan masyarakat karena keluhan atas dampak lingkungan seperti debu yang dihasilkan dari aktivitas tidak didengar perusahaan. Terlebih, masyarakat mengklaim keberadaan PT GAM tidak memberikan sumbangsih bagi perkembangan Desa Sempayau.

Namun begitu, General Manager PT Ganda Alam Makmur (GAM) Ary Pranoto sangat menyayangkan tindakan tersebut. Penutupan jalur hauling selama 10 jam menyebabkan pengiriman batu bara terhambat dan perusahaan disebut merugi Rp 4 miliar.

"Aksi itu seharusnya tidak dilakukan masyarakat. 10 jam penutupan jalur tambang itu sangat merugikan perusahaan," jelasnya.

Kekecewaan perusahaan berbuntut dilaporkannya Kepala Desa Sempayau Pei Syapei sebagai koordinator aksi ke polisi. 

"Pada saat itu kami tidak bisa berbuat apa-apa. Terpaksa masalah ini diserahkan pada hukum yang berlaku. Sementara tuntutan lain masalah pencemaran kita serahkan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH)," ujarnya.

Hasil investigasi yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutim membenarkan pernyataan masyarakat Sempayau. BLH menemukan adanya pencemaran udara akibat debu yang sampai di rumah-rumah warga, seperti di teras, tendon air, dan lantai rumah.

“Sementara ini pemeriksaan yang terus dilakukan adalah sebesar apa kandungan yang ada pada debu tersebut, " jelas Staf Bidang Pengendaliaan Pencemaran dan Lingkungan BLH Kutim, Taufik Rahman.

Sementara penggunaan water spray yang disebut perusahaan terus dilakukan, berdasarkan investigasi BLH tidak ditemukan SOP atau jadwal yang tetap. “Water spray itu tidak rutin menyala walaupun tambang beroperasi," pungkasnya.

Reporter : Nirwana    Editor : Benny Oktaryanto

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%100%


Comments

comments


Komentar: 0