Antrean Pertalite yang kembali muncul di sejumlah SPBU membuat Pemkot Bontang mulai menghitung ulang kebutuhan riil BBM bersubsidi.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Munculnya kembali antrean kendaraan di sejumlah SPBU membuat Pemerintah Kota Bontang mendorong penambahan pasokan Pertalite untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menilai konsumsi BBM bersubsidi di kota tersebut terus meningkat sehingga perlu diimbangi dengan pengaturan distribusi yang lebih memadai.
“Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pengaturan distribusi yang lebih optimal agar ketersediaan Pertalite tetap terjaga hingga penghujung tahun,” kata Neni, Jumat (11/9/2026).
Sebagai langkah awal, Neni mengusulkan agar enam SPBU yang beroperasi di Bontang masing-masing mendapatkan tambahan pasokan hingga 16 ribu liter Pertalite per hari.
Dengan skema tersebut, kebutuhan distribusi harian diperkirakan mencapai sekitar 96 ribu liter.
“Kalau skemanya dibuat begitu, total distribusi yang dibutuhkan mencapai kurang lebih 96 ribu liter per hari,” ujarnya.
Menurut Neni, penambahan pasokan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurai antrean yang kembali terlihat dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, ia menyadari distribusi tambahan tidak bisa dilakukan begitu saja karena harus mempertimbangkan sisa kuota Pertalite yang tersedia hingga akhir tahun.
Karena itu, Pemkot Bontang meminta perhitungan kebutuhan dilakukan secara cermat sebelum mengambil keputusan terkait penambahan distribusi.
“Jangan sampai pasokan yang sudah ditambah kembali diturunkan. Kalau perhitungannya masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kami akan mendorong agar ada tambahan kuota,” tegasnya.
Neni juga meminta Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) melakukan kajian menyeluruh terhadap kebutuhan Pertalite di Bontang.
Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui apakah kuota yang tersedia saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Desember 2026.
“Perlu tahu apakah kuota yang tersedia ini masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun,” katanya.
Jika hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan masyarakat melampaui alokasi yang tersedia, Pemkot Bontang siap mengusulkan tambahan kuota kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga mengingatkan bahwa distribusi Pertalite tetap harus memperhatikan ketersediaan kuota nasional yang telah ditetapkan untuk tahun berjalan.
Sales Area Manager Retail Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara PT Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fajri, mengatakan penyaluran Pertalite saat ini disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan hingga akhir 2026.
Menurut perhitungan Pertamina, alokasi sekitar 11 ribu liter per SPBU per hari masih berada dalam batas aman untuk menjaga ketersediaan stok hingga penghujung tahun.
“Untuk kondisi normal, kami menghitung kebutuhan sekitar 11 ribu liter per SPBU setiap hari. Dengan alokasi segitu, stok diproyeksikan tetap mencukupi sampai akhir 2026,” ujar Narotama.
Perbedaan perhitungan kebutuhan antara pemerintah daerah dan Pertamina inilah yang kini menjadi perhatian. Di satu sisi, antrean kendaraan menunjukkan tingginya permintaan di lapangan. Namun di sisi lain, distribusi tambahan harus tetap menjaga agar kuota Pertalite tidak habis sebelum akhir tahun.
Karena itu, Pemkot Bontang berupaya mencari titik tengah antara kebutuhan masyarakat saat ini dan ketersediaan kuota yang masih tersisa hingga Desember mendatang.



