PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Cokelat Bultiya Bulungan Dilirik Buyer Singapura, Malaysia dan Brunei

Home Berita Cokelat Bultiya Bulungan ...

Produk bermerek Bultiya menjadi penyumbang terbesar dalam kesepakatan bisnis sembilan UMKM Kaltara dengan pembeli dari Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.


Cokelat Bultiya Bulungan Dilirik Buyer Singapura, Malaysia dan Brunei
Produk Cokelat Bulungan merek Bultiya dipajang dan dijual di stan UMKM pada kegiatan Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Kaltara di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, 27-30 Agustus 2026. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Tanjung Selor — Produk cokelat asal Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mulai menembus pasar regional. Cokelat bermerek Bultiya mencatat kesepakatan bisnis senilai Rp1,13 miliar dengan buyer dari luar negeri melalui Business Matching yang difasilitasi Bank Indonesia.

Nilai tersebut menjadi yang terbesar di antara sembilan UMKM terbaik Kalimantan Utara yang berhasil menciptakan kesepakatan bisnis dalam kegiatan Business Matching ekspor.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara Agus Taufik mengatakan total kesepakatan bisnis yang tercipta mencapai Rp2,95 miliar. Para buyer berasal dari Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

“Ada sembilan UMKM terbaik yang mencapai kesepakatan bisnis. Yang terbesar adalah produk Cokelat Bultiya dari Kabupaten Bulungan dengan nilai kesepakatan sebesar Rp1,13 miliar,” kata Agus Taufik di Tanjung Selor, ditulis Sabtu (12/9). 

Selain Bultiya, kesepakatan terbesar berikutnya berasal dari produk kerajinan Tas Batik Umbrella Craft asal Kabupaten Malinau dengan nilai Rp472 juta. Kemudian produk bandeng cabut duri Dbaloy dari Tarakan dengan nilai kesepakatan Rp466 juta.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bulungan, capaian tersebut menjadi peluang untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas agar mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan peluang tersebut harus ditangkap dengan memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk.

“Tentu peluang ini harus kita tangkap dan dengan catatan pasti akan memperbaiki ataupun meningkatkan kualitas produk kita,” ujar Syarwani.

Menurutnya, peluang pasar tersebut perlu disambut seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam rantai usaha komoditas kakao, mulai dari pertanian hingga pengolahan cokelat.

Ia berharap kesepakatan senilai Rp1,13 miliar tersebut tidak menjadi capaian akhir. Jika kualitas produk terus diperbaiki dan kesepakatan bisnis dapat direalisasikan, nilai transaksi ekspor cokelat Bulungan dinilai masih berpotensi meningkat.

“Kami sangat berterima kasih kepada BI yang sudah membuka jalan bagi para pengusaha UMKM Bulungan termasuk memasarkan produk-produk UMKM seperti cokelat yang tembus pasar global,” katanya.

Upaya memperluas pasar produk lokal, kata Syarwani, juga tidak hanya dilakukan melalui Business Matching. Pemkab Bulungan telah membuka gerai UMKM daerah di Sarinah Mall Jakarta.

Gerai tersebut menjadi salah satu jalur untuk memperkenalkan produk olahan cokelat dan berbagai produk UMKM Bulungan kepada konsumen di luar daerah.

“Kebetulan untuk hasil olahan cokelat dan produk-produk UMKM Bulungan itu ada gerainya di Sarinah Mall Jakarta, lantai empat dan kita sudah resmikan bersama dengan Kementerian UMKM beberapa waktu yang lalu,” ungkapnya.

Capaian Bultiya sekaligus menunjukkan bahwa produk olahan dari Kalimantan Utara mulai memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas. Namun, kesepakatan bisnis belum otomatis berarti seluruh nilai transaksi telah menjadi realisasi ekspor.

Karena itu, tantangan berikutnya berada pada kemampuan pelaku UMKM memenuhi standar kualitas, kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, serta persyaratan pasar negara tujuan.

Bank Indonesia mencatat sembilan UMKM Kaltara yang mengikuti Business Matching berhasil menjalin kesepakatan dengan buyer dari tiga negara. Total nilai kesepakatan Rp2,95 miliar tersebut menjadi peluang bagi produk lokal Kaltara untuk memperluas pasar di kawasan Asia Tenggara.

Bultiya menjadi penyumbang nilai terbesar dalam kesepakatan tersebut dengan transaksi Rp1,13 miliar, sekaligus membawa produk cokelat Bulungan ke tahap baru: dari sekadar produk UMKM daerah menuju komoditas yang mulai dibidik pasar regional.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :