Setelah lama dibayangi pertanyaan soal realisasi investasi asing, Otorita IKN kini menunjukkan proyek-proyek yang mulai dibangun. Terbaru, investor asal China memulai proyek apartemen senilai Rp1,27 triliun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara.
EKSPOSKALTIM, Nusantara - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa investasi asing (Penanaman Modal Asing/PMA) di IKN kini semakin bergairah dan nyata.
Hal tersebut disampaikannya di sela peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek apartemen dan kawasan mixed-used oleh investor asal China, PT Starbright International Investment, di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Wilayah Perencanaan 1B, Rabu (15/7/2026).
Basuki menyambut baik realisasi investasi dari Starbright yang menanamkan modal awal sebesar Rp1,27 triliun. Menurutnya, kehadiran perusahaan China ini memperpanjang daftar investor asing yang telah berkomitmen dan mulai membangun di IKN sepanjang tahun ini.
"Mereka yang sudah mulai bekerja langsung kita fasilitasi," tegas Basuki.
Ia menjabarkan sebelum Starbright masuk, sejumlah investor luar negeri telah merealisasikan komitmennya. Di antaranya adalah PT Dian Jaya dari Korea Selatan yang mengucurkan Rp2,5 triliun untuk membangun perkantoran, hotel, dan apartemen di atas lahan 8 hektare.
Selain itu, ada Citadel yang menanamkan investasi senilai Rp1 triliun, serta Ayedh Dejem Group dari Uni Emirat Arab (UEA) yang membangun mal seluas 10 hektare dengan nilai Rp4 triliun.
Tidak hanya investor asing, Basuki menambahkan bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) juga terus bergerak maju di IKN. Sejumlah raksasa domestik seperti Plataran Nusantara, Lion Group, hingga Bank Danamon tercatat sudah mulai melaksanakan proses pembangunan fisik di lapangan.
Target Selesai 1 Tahun dengan Teknologi Cepat
Proyek apartemen PT Starbright International Investment sendiri akan berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektare. Menariknya, hunian vertikal ini ditargetkan rampung hanya dalam waktu satu tahun dengan mengadopsi teknologi konstruksi cepat khas Negeri Tirai Bambu.
"Proyek ini nilainya kira-kira Rp1,2 triliun dan kami berencana menyelesaikannya dalam waktu satu tahun ke depan. Kami akan mencoba mengaplikasikan teknologi dari China yang memang terkenal sangat cepat. Semoga semua bisa sesuai rencana dan target," ujar Presiden Direktur PT Starbright International Investment, Lu Keming, di lokasi yang sama.
Apartemen ini nantinya terdiri dari 4 tower dengan total 680 unit. Untuk tahap awal, 2 tower pertama akan mulai dibangun pada September mendatang, disusul 2 tower berikutnya pada tahun 2028. Hunian ini menawarkan tipe 1, 2, dan 3 kamar dengan harga jual mulai dari Rp600 juta hingga Rp1,2 miliar per unit, lengkap dengan fasilitas tenant makanan dan pusat kebugaran (gym).
Terkait desain, Lu Keming memastikan proyek ini tetap mematuhi regulasi ketat dan proses kurasi dari OIKN dengan mengusung konsep green design demi mendukung kota hijau dan rendah karbon (low carbon).
"Kami membawa pengalaman desain selama 30 tahun dari China. Desainnya sangat cantik untuk dekorasi dan lainnya. Saya yakin Pak Basuki akan menyukainya," tambah Lu Keming, seraya membocorkan bahwa target pasar apartemen ini juga sudah mulai dipasarkan di China.



