Terjadi lonjakan titik panas dalam beberapa hari terakhir yang dipicu kondisi cuaca panas.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur seiring meningkatnya jumlah titik panas dalam beberapa hari terakhir.
“Cuaca dalam beberapa hari terakhir memang panas, sehingga kondisi ini kemudian memicu munculnya banyak titik panas,” ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, dikutip Jumat (24/4).
BMKG mencatat, pada Selasa (21/4) terdapat 55 titik panas yang tersebar di delapan daerah, dengan jumlah terbanyak di Kutai Kartanegara sebanyak 21 titik, disusul Kutai Timur 13 titik, serta Paser dan Kutai Barat masing-masing tujuh titik.
Sehari kemudian, Rabu (22/4), jumlah titik panas meningkat menjadi 81 yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Kutai Timur menjadi wilayah dengan titik terbanyak, yakni 37 titik, diikuti Paser 14 titik dan Kutai Kartanegara 13 titik.
Sementara pada Kamis (23/4) hingga pukul 16.00 Wita, terdeteksi 23 titik panas di lima daerah, dengan konsentrasi tertinggi masih berada di Kutai Timur sebanyak 10 titik.
BMKG menilai kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama yang memicu kemunculan titik panas tersebut.
https://eksposkaltim.com/berita/karhutla-mengintai-ikn-strategi-pagar-betis-diterapkan-16723.html
Untuk itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
“Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuang puntung rokok yang masih menyala, karena bisa memicu api di lahan kering,” kata Carolina.
Selain masyarakat, BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan pengecekan lapangan terhadap titik panas yang terdeteksi.
Menurutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait dapat memastikan tingkat kerawanan dan melakukan penanganan dini jika berpotensi menjadi kebakaran.
“Jika rawan atau mungkin terjadi karhutla, maka mereka langsung melakukan penanganan,” ujarnya.
BMKG juga mendorong dinas terkait, seperti Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Pemadam Kebakaran, untuk meningkatkan sosialisasi kepada petani dan pekebun terkait langkah pencegahan karhutla.
Peringatan ini muncul di tengah kondisi cuaca yang masih dinamis, dengan hujan ringan yang sebelumnya diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, namun belum merata di seluruh daerah.

