Program Diklat SPPI yang baru berjalan kurang dari sepekan di Kalimantan Timur mendadak menjadi perhatian publik setelah seorang peserta perempuan dilaporkan meninggal dunia. Kodam VI Mulawarman telah mengonfirmasi kejadian tersebut.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Kodam VI Mulawarman membenarkan kabar meninggalnya seorang siswi peserta Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (Diklat SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di Kalimantan Timur. Siswa ini disebut meninggal karena sakit.
Sebelumnya, kabar meninggalnya peserta Diklat SPPI di Resimen Induk Kodam (Rindam) VI Mulawarman, Balikpapan, viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, membenarkan kejadian tersebut melalui keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
"Memang betul pemberitaan tersebut. Meninggalnya salah satu siswi SPPI karena sakit. Kebetulan almarhumah merupakan pengiriman dari Jawa Timur yang dikirim ke Kaltim untuk mendapatkan latihan dasar di bawah Rindam (Resimen Induk Kodam VI/Mulawarman)," kata Gatot.
Meski membenarkan kejadian tersebut, Gatot belum merinci identitas korban maupun waktu pasti kejadian. Proses pendalaman disebutnya masih berlangsung.
"Untuk saat ini masih dalam proses pendalaman. Kesempatan pertama akan kami sampaikan kelanjutan dari kejadian tersebut," ujarnya.
Baru Dibuka Pekan Lalu
Lihat postingan ini di Instagram
Diklat SPPI ini baru saja resmi dibuka pada Rabu (17/6/2026), atau hanya enam hari sebelum kabar kematian siswi itu mencuat. Pembukaan dilakukan oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI Mulawarman, Brigjen TNI Andy Setyawan, di Lapangan Dodikjur Kodam VI Mulawarman, Balikpapan.
Dalam sambutannya, Kasdam menekankan bahwa program SPPI dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang tangguh, adaptif, dan berintegritas. Selama masa diklat, para peserta digembleng melalui Latihan Dasar Kemiliteran dengan metode Tripola Dasar, yang mencakup pembinaan sikap dan perilaku, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta pembinaan jasmani.
Para peserta juga mendapat pembekalan manajerial khusus di bidang koperasi dan pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan tujuan mencetak penggerak ekonomi di wilayah pesisir dan pedesaan.
Di tengah pelaksanaan Latsarmil Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kalimantan Timur, beredar kabar seorang peserta perempuan meninggal dunia setelah sempat pingsan saat mengikuti kegiatan. Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan turut dibenarkan oleh pihak yang mengaku sebagai rekan almarhumah.
Jenazah disebut telah dipulangkan ke daerah asal dan dimakamkan, sementara pihak penyelenggara dilaporkan membantu proses pemulangan hingga pemakaman.


.jpg)