PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kepatuhan Kebersihan, Begini Rapor Masyarakat Samarinda Pasca Iduladha

Home Berita Kepatuhan Kebersihan, Beg ...

Pasca Iduladha 1447 H, DLH Samarinda mencatat kebersihan sungai membaik, namun pelanggaran pembuangan limbah kurban dan penggunaan kantong plastik sekali pakai masih ditemukan warga.


Kepatuhan Kebersihan, Begini Rapor Masyarakat Samarinda Pasca Iduladha
Kondisi volume muatan di salah satu TPS di Samarinda yang mengalami peningkatan pasca-pemotongan hewan kurban. (Ekspos Kaltim/Sintya)

EKSPOSKALTIM, SAMARINDA — Momentum pasca-Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kemarin menyisakan catatan kritis terkait kepatuhan ekologis masyarakat Kota Samarinda. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mendeteksi adanya dua grafik perubahan perilaku warga. Satu sisi, kepatuhan terhadap kebersihan sungai membaik, namun di sisi lain penggunaan sampah plastik sekali pakai masih ditemukan.

DLH Samarinda mengonfirmasi adanya tren positif berupa peningkatan kesadaran lingkungan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, kepatuhan tersebut dinilai belum sepenuhnya lantaran indikasi pelanggaran aturan masih ditemukan di lapangan.

“Karena masih ada kita temuka n beberapa titik pembuangan limbah kurban tidak sebagaimana mestinya,” ujar Pejabat DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar.

Limbah kurban ditemukan di tiga titik, yakni satu TPS (Tempat Penampungan Sementara) bayangan, satu TPS resmi, bahkan di patroli air mendeteksi tiga kumpulan limb ah kurban yang mengapung di kawasan Navigasi Muara.

“Jadi sudah hanyut sampai ke situ,” beber Taufiq (1/6/2026).

Pihaknya mengaku kesulitan melakukan pelacakan identitas pelaku di area pembuangan. Perilaku ini dinilai murni akibat tindakan oknum, mengingat regulasi berupa Surat Edaran (SE) Wali Kota dan imbauan tertulis telah disosialisasikan secara masif selama bertahun-tahun.

“Jadi kalau masih ada perilaku membuang di tempat yang tidak semestinya ini kan oknum berarti," keluhnya.

Padahal, merujuk pada regulasi instruksi kepala daerah, panitia kurban diwajibkan melakukan penanganan mandiri dengan metode penguburan tanah, bukan justru melimpahkannya ke fasilitas kebersihan publik.

Meski begitu, jika ditakar secara komparatif, performa kebersihan sungai tahun ini jauh lebih higienis dibandingkan rapor merah periode sebelumnya.

“Kalau dulu, tahun sebelumnya laporannya lebih dari 10 titik pembuangan limbah kurban di sungai, belum yang di darat,” sebut Taufiq.

Kontras dengan rapor sungai yang membaik, seruan pemerintah daerah agar panitia beralih ke wadah ramah lingkungan masih diabaikan oleh masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun DLH, mayoritas distribusi paket daging masih menggunakan kantong plastik konvensional (kresek). Faktor kepraktisan dan pola sosial yang mengakar kuat disinyalir menjadi pembatas tebal yang menggagalkan efektivitas Surat Edaran tersebut.

"Jadi memang ini lebih mungkin dari sisi kepraktisan warga tidak mau repot, sehingga kemarin anju ran itu belum bisa dipatuhi," kata Taufiq.

Ia mengakui bahwa mengubah kultur dan habituasi komunal masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan lewat instrumen administratif semata. Hal inilah yang kini menjadi pekerjaan rumah (PR) berat jangka panjang bagi tata kelola lingkungan hidup di Samarinda.

"Polanya masih terbiasa menggunakan kresek, belum bisa dirubah," pungkasnya. 


Editor : Maulana
Tags : samarinda

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :