PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

MPLS, Sekolah di Balikpapan Diwanti-wanti Cegah Perundungan

Home Berita Mpls, Sekolah Di Balikpap ...

MPLS, Sekolah di Balikpapan Diwanti-wanti Cegah Perundungan
Sebanyak 305 murid baru mengikuti MPLS di SMPN 18 Balikpapan, Senin (13/7/2026). Salah satu materi dalam MPLS adalah pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Foto: Ekspos/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Ratusan murid baru secara resmi mulai mengikuti masa transisi pendidikan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 18 Balikpapan, Senin (13/7/2026). Selain fokus pada adaptasi lingkungan, program yang berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (15/7/2026) ini memberikan penekanan khusus pada budaya sekolah tanpa perundungan (anti-bullying).

Hari pertama masuk sekolah untuk murid kelas 7 ini juga disemarakkan oleh Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS). Gerakan yang diterapkan secara serentak di seluruh jenjang SMP di Kota Balikpapan ini bertujuan membangun kedekatan emosional antara orang tua, siswa, dan pihak sekolah sejak hari pertama.

Kedatangan para siswa baru—yang sebagian besar masih mengenakan seragam SD—disambut hangat oleh bapak dan ibu guru. Pada hari pertama, mereka mulai dikenalkan pada kondisi fisik sekolah, jajaran pendidik, hingga mata pelajaran yang akan mereka tempuh kelak agar para siswa merasa nyaman selama proses belajar.

Materi Anti Perundungan

Pengawas Pembina SMPN 18 Balikpapan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Lilis Nur Hidayah, memastikan pelaksanaan kegiatan pada hari pertama ini berjalan lancar tanpa kendala. Ia menegaskan, isu perundungan menjadi perhatian utama dinas dalam pelaksanaan MPLS tahun ini.

“Soal bullying tidak ketinggalan, ini juga jadi penekanan kami di dinas. Semua sekolah juga akan memberikan materi anti-bullying,” ujar Lilis di Balikpapan, Senin (13/7/2026).

Untuk memastikan bobot materi yang disampaikan maksimal, pihak sekolah tidak hanya mengandalkan guru internal. Sekolah sengaja mendatangkan pemateri ahli yang kompeten dari luar, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta pihak Puskesmas setempat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari muatan lokal untuk menyukseskan Gerakan 7 Anak Indonesia Hebat. Melalui pembekalan materi antiperundungan yang matang dari para pakar, sekolah berkomitmen penuh bahwa tidak boleh ada tindakan pemulian dalam bentuk apa pun di lingkungan pendidikan.

"Materi ini diharapkan jadi pegangan bagi mereka selama proses pembelajaran di sini," pungkas Lilis.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :