Polisi memastikan pria bersenjata parang yang viral di atap rumah Balikpapan bukan begal, melainkan ODGJ. Tiga orang terluka saat evakuasi dramatis, sementara hoaks begal telah diklarifikasi.
EKSPOSKALTIM, BALIKPAPAN - Polisi meluruskan narasi viral di media sosial yang menyebutkan aksi pembegalan oleh seorang pria bersenjata tajam jenis parang di atas atap rumah warga.
Polsek Balikpapan Utara memastikan pria berinisial W (58) tersebut bukan pelaku kriminal, melainkan seorang penderita gangguan jiwa (ODGJ).
Peristiwa yang sempat menggegerkan jagat maya ini berlangsung pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Pihak kepolisian langsung bergerak setelah menerima laporan darurat dari masyarakat melalui layanan call center 110.
Pria asal Kediri tersebut dilaporkan mengamuk sembari membawa senjata tajam dan mengancam keselamatan warga di lingkungan RT 41, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara.
"Yang bersangkutan kemungkinan pada waktu kejadian sedang tidak sadar diri atau mengalami halusinasi, kemudian mengancam sejumlah warga menggunakan parang yang masih terikat di tangannya," ujar Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol M. Rezsa Aditulloh, Selasa (2/6/2026).
Drama Evakuasi Menegangkan di Atas Atap
Mendapat laporan tersebut, personel Bhabinkamtibmas Batu Ampar bersama anggota Polsek Balikpapan Utara langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di lokasi, petugas menemukan W sudah berada di atas atap rumah salah seorang tetangganya.
Proses pengamanan berlangsung menegangkan dan melibatkan kedisiplinan petugas di lapangan. Anggota Sat Samapta Polresta Balikpapan, Bripda Arbian, bersama seorang warga bernama Panji, nekat memanjat untuk melumpuhkan pelaku.
Aksi kejar-kejaran tak terhindarkan hingga terjadi pergulatan sengit di atas kap rumah. Pelaku akhirnya terjatuh dari atap bersama petugas yang menyergapnya. Polisi kemudian bergerak cepat mengamankan sebilah parang yang terikat tali di pergelangan tangan pelaku.
Akibat insiden pergulatan tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka. Tersangka W terluka akibat terempas dari atap, Bripda Arbian mengalami luka sayatan parang di pipi sebelah kiri, sedangkan Panji menderita luka sabetan di kaki kanan. Ketiganya langsung dilarikan dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan.
Kantongi Rekam Medis Kejiwaan
Kompol Rezsa menegaskan, kepastian mengenai kondisi mental pelaku didasarkan pada dokumen resmi yang valid, bukan sekadar asumsi sepihak.
"Kami telah mendapatkan bukti-bukti otentik dan keterangan dari pihak keluarga, ketua RT setempat, serta surat keterangan resmi dari kelurahan dan dinas sosial. Dokumen tersebut menyatakan bahwa yang bersangkutan memang masih dalam perawatan atau pernah dirawat karena gangguan kejiwaan," tegas Rezsa.
Berdasarkan data sekunder, W diketahui merupakan warga pendatang asal Kediri, Jawa Timur, yang sudah lama menetap di Kota Minyak. Rekam medisnya menunjukkan bahwa ia pernah menjalani perawatan kejiwaan di daerah asalnya, Kediri, serta di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda.
Terkait hoaks dan narasi begal yang sempat beredar luas di platform digital, pihak kepolisian memastikan situasi sudah kondusif setelah dua akun media sosial lokal melakukan klarifikasi dan meralat pemberitaan mereka.
"Narasi begal itu sama sekali tidak benar," kata Kompol Rezsa secara lantang.
Polsek Balikpapan Utara turut mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat luas dan para pengelola informasi digital. Polisi meminta para pemilik akun anonim dan kreator konten untuk lebih bijak, melakukan cross-check, serta memverifikasi kebenaran setiap peristiwa sebelum menyebarkannya ke ruang publik.
"Kami mengimbau para pemilik akun dan konten kreator agar melakukan pengecekan ulang dan verifikasi kembali setiap kejadian, kemudian menyaring informasi secara ketat sebelum membagikannya di media sosial," pungkas perwira berpangkat melati satu tersebut.

