Setelah lima hari dinanti, Jainuddin akhirnya kembali ke Bontang Kuala. Namun, nelayan berusia 61 tahun itu pulang bukan dengan perahu yang biasa membawanya melaut, melainkan dalam ambulans yang mengantarkan jenazahnya dari Kutai Timur.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Suasana duka menyelimuti rumah Jainuddin (61), nelayan asal Bontang Kuala yang ditemukan meninggal dunia setelah lima hari dilaporkan hilang saat melaut, Selasa (18/8).
Rumah duka di RT 20, Bontang Kuala, mulai didatangi keluarga, kerabat, dan tetangga setelah kabar penemuan Jainuddin diterima keluarga.
Sekitar pukul 15.00, BPBD Bontang mengabarkan bahwa Jainuddin ditemukan meninggal dunia di perairan Tanjung Prancis, Teluk Lombok, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Saat ini, Jainuddin masih dalam perjalanan melalui jalur darat bersama petugas. Atas kesepakatan keluarga, dari Kutim, jenazah akan langsung dimakamkan di Pemakaman Bontang Kuala.
Sembari menunggu sang suami, istri Jainuddin, Mardianah (59), terlihat sangat lemas, bahkan untuk berdiri pun tak kuat.
Mulai dari rumah, hingga menunggu di pemakaman, sang istri ditemani keluarga.
Raut sedih dan kehilangan pun tergambar jelas di wajahnya.
Selama ini, menunggu suaminya pulang dari laut merupakan hal yang biasa. Namun, tak disangka, kepulangannya kali ini menjadi momen yang berbeda dan meninggalkan duka mendalam.
Lima hari penantian, Jainuddin pun pulang menemui Mardianah, bukan dengan menggunakan perahu andalannya, tetapi dengan ambulans yang melaju dari Kutai Timur.
Sementara itu, saudara angkat Jainuddin, Samsudin Maskur, mengatakan setelah ditemukan di Kutim, jenazah diurus petugas, untuk dikafani.
Keluarga memutuskan tidak melakukan autopsi, karena mempertimbangkan kondisi jenazah yang telah berada di laut selama beberapa hari.
"Keluarga sudah lapang dada dan kondisi pun tidak memungkinkan," bebernya.


