EKSPOSKALTIM, Kutim - Ratusan massa karyawan PT Bumi Mas Agro yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Kutai Timur (Kutim) gelar aksi demo depan Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Jum'at (24/02) pagi ini.
Aksi demo yang digelar ini terkait adanya isu bahwa PT Bumi Mas Agro akan diakusisi menjadi PT BMA Industri. Sehingga karyawan PT BMA, khususnya buruh harian lepas, khawatir terkait status kerja dan tidak mendapatkan pesangon.
Para buruh kelapa sawit ini berasal dari Kecamatan Sandaran, Kamis (23/2), siang dan baru tiba Jumat (24/2) pagi sekitar pukul 06.00 Wita di Sangatta.
Dengan jumlah sebanyak 300 orang. mengunakan kendaraan roda dua (motor), bahkan di antaranya menumpangi 8 buah dump truck dan 2 mobil pikap.

Aksi ini dipimpin Ketua DPD SPN Provinsi Kaltim Cornelius dan Ketua DPC Kutim, Portus.
Mereka berorasi di depan Kantor Disnaker menuntut kebijakan terkait nasib mereka.
"Kami datang jauh-jauh ke sini hanya untuk menuntut kebijakan perusahaan, Anda punya perusahaan tapi kami para buruh punya konstribusi,” kata Cornelius dalam orasinya.
“Kenapa keberadaan kami di sana tidak diakui, kami tidak dilibatkan, kenapa tidak ada keterbukaan,” sambungnya.
Kalau hari ini mereka tidak dapat menemui pihak perusahaan, pendemo mengancam akan menginap di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim.
Sementara ini, hingga berita diturunkan para massa mulai memadati dan melakukan aksi di depan Kantor Bupati Kutim.

