EKSPOSKALTIM, Bontang – Penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang tidak hanya berlaku bagi peserta didik, namun untuk kegiatan Posyandu juga turut dihentikan sementara.
Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, membenarkan penghentian distribusi MBG untuk Posyandu tersebut.
“Termasuk Posyandu, tidak ada distribusi juga,” katanya, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, keputusan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan para kader Posyandu, serta kualitas makanan yang akan disalurkan.
“Utamanya mempertimbangkan kesehatan kader dan kualitas makanan juga,” ujarnya.
Penghentian sementara ini dilakukan seiring kebijakan Pemerintah Kota Bontang yang memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik, akibat kondisi kualitas udara yang tidak sehat dan kabut asap yang menyelimuti wilayah Bontang.
Dengan adanya penyesuaian tersebut, distribusi MBG untuk sekolah maupun Posyandu untuk sementara tidak dilakukan.
Surya menegaskan pelaksanaan distribusi MBG selanjutnya akan kembali menyesuaikan dengan kondisi dan arahan pemerintah daerah.
Sebelumnya, program MBG dihentikan sementara menyusul kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan pemerintah daerah akibat memburuknya kualitas udara karena kabut asap.
Menurut BGN penghentian sementara tersebut tidak berkaitan dengan persoalan anggaran maupun ketersediaan logistik. Program hanya menyesuaikan perubahan metode pembelajaran dari tatap muka menjadi daring.


