EKSPOSKALTIM, Bontang- Rencana pembangunan kilang yang akan dilakukan di Bontang pelan-pelan mulai mendekati kenyataan. Bahkan, jika tak ada aral melintang, pembangunan sudah bisa dimulai pada 2018 mendatang, hal itu terungkap pada saat Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melakukan pertemuan dengan manajemen Pertamina.
Dia mengatakan, jika langkah Pertamina yang berkeinginan membangun kilang di Bontang sudah tepat. Pasalnya kata Wali Kota, selama ini Bontang dianggap sebagai kota industri yang ramah dengan lingkungan.
“Pertemuan ini adalah bukti keseriusan pemerintah menginginkan pembangunan kilang dilakukan di Bontang. Saya sebagai Wali Kota sangat yakin, dengan pembangunan kilang ini bisa meningkatkan kesejahteraan bagi warga Bontang,” papar Neni.
Dijelaskan Neni lebih lanjut, saat ini pembangunan kilang terus dikebut pemerintah. Salah satunya adalah memantau proses sertifikasi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kilang.
“Kami terus akan berkoordinasi dengan Badak tentang sertifikasi lahan ini. Yang pada intinya, agar pekerjaan ini tidak berjalan di tempat,” urainya.
Dalam proses sertifikasi tersebut sedikit ada kendala. Ungkap Neni, Salah satunya adalah banyaknya lahan yang masih terbentur dengan ruang terbuka hijau (RTH) yang diatur dalam Perda RTRW dan RDTR.
“Nah ini dia yang memang menjadi kendala. Makanya dalam waktu dekat ini, pemerintah bersama dengan DPRD akan membahas soal revisi perda RTRW ini. Kami akan tata ulang peta ruang yang diatur dalam perda itu. Dengan harapan, pembangunan kilang tidak lagi terbentur dengan persoalan lahan,” harap Neni.

