PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

'Yang Tersisa Cuma Baju di Badan', Pedagang Korban Kebakaran Pasar Sepinggan Menanti TPS

Home Berita 'yang Tersisa Cuma Baju D ...

Sepekan setelah kebakaran meluluhlantakkan Pasar Sepinggan, para pedagang masih menghitung kerugian dan berharap pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) segera rampung agar roda ekonomi mereka kembali berputar.


Pemerintah mempercepat pembersihan puing di lokasi kebakaran Pasar Sepinggan Balikpapan sebelum membangun TPS bagi para pedagang terdampak kebakaran. Foto : Eksposkaltim/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Sepekan setelah kebakaran menghanguskan ratusan kios di Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan, para pedagang masih berupaya bangkit dari kerugian yang mereka alami. Di tengah proses pembersihan puing dan rencana pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS), pedagang berharap dapat kembali berjualan secepat mungkin.

Bece Mariati (55), pedagang yang telah berjualan selama 16 tahun di Pasar Sepinggan, mengatakan kebakaran telah menghentikan satu-satunya sumber penghidupan keluarganya.

"Harapan saya mudah-mudahan cepat selesai dibangun pasarnya, supaya kami bisa berjualan lagi seperti biasa. Mata pencarian kami hanya di sini saja," ujar Yuli saat ditemui di lokasi, Jumat (7/8).

Yuli memiliki satu kios milik pribadi dan satus kios sewaan. Ia mengaku seluruh peralatan usahanya turut musnah dalam kebakaran.

"Kalau saya empat kulkas, satu tandon besar, sama drum semua habis. Kami ini penjual es. Anak saya juga jualan di sini. Suami saya sudah tidak bekerja, jadi kami memang bergantung dari usaha ini," katanya.

Nasib serupa dialami Yuli (57), yang telah berdagang selama 25 tahun. Ia bersama dua anaknya mengelola lima kios sewaan di pasar tersebut.

Menurut Yuli, usaha mereka baru saja menambah peralatan sebelum musibah terjadi.

"Baru saja kami isi 10 kulkas dan satu freezer jumbo untuk jualan batu es, langsung kebakaran. Tidak ada yang tersisa. Anak saya juga punya warung makan, semuanya habis terbakar," tuturnya.

Ia berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan TPS agar para pedagang dapat kembali memperoleh penghasilan.

"Harapan kami TPS segera selesai dibangun supaya bisa berjualan lagi. Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu kami secepatnya," ucapnya.

Kerugian Miliaran Rupiah

Pedagang lain, Nur Alam (47), mengaku kehilangan seluruh aset usaha sekaligus tempat tinggalnya akibat kebakaran tersebut.

Ia mengelola usaha grosir sembako yang menempati dua ruko petak di kawasan pasar.

"Habis semua. Yang tersisa cuma baju di badan," kata Nur Alam.

Menurutnya, tidak hanya barang dagangan yang ludes terbakar, tetapi juga rumah yang ditempatinya beserta berbagai dokumen penting.

"Saya tinggal di sini juga. Rumah, toko, dokumen penting, semuanya habis. Tidak ada yang bisa diselamatkan," ujarnya.

Nur Alam memperkirakan total kerugian yang dialaminya mencapai miliaran rupiah.

"Kerugiannya miliaran. Rumah, aset, barang dagangan sembako, semuanya habis," katanya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :