EKSPOSKALTIM, Bontang – Memasuki musim penghujan yang berpotensi rawan menimbulkan penyakit menular Demam Berdarah dan Chikungunya (DBD), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Indriati As'ad, menghimbau seluruh masyarakat Bontang untuk waspada terhadap penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk aedes aegypti tersebut.
“Kami menghimbau kepada masyarakat Kota Bontang untuk waspada penyakit DBD, yang belakangan ini banyak dialami oleh masyarakat dikarenakan musim penghujan,” kata Indriati, saat ditemui dikantornya, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bontang Utara, Senin (27/6/2016) siang tadi.
Indriati menyarankan, masyarakat senantiasa menerapkan pola hidup sehat dan menghindari berbagai penyakit yang sering timbul di masyarakat. Menurutnya, memperhatikan kebersihan lingkungan merupakan salah satu cara hidup sehat.
"Hal yang perlu diperhatikan adalah janga lupa menguras tempat penampungan air bersih sekurang-kurangnya seminggu sekali, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, dan mengumpul, mengubur maupun memanfaatkan barang-barang bekas yang dapat menampung air. Kemudian memantau jentik nyamuk secara berkala, dan taburkan abate di tempat tampungan air agar dapat membasmi jentik–jentik nyamuk penyakit DBD,” jelasnya.
Tak hanya itu, Indriati juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu mengharapkan adanya penyemprotan insektisida (Fogging). Kata dia, lebih baik mencegah dari pada mengobati, apalagi kegiatan penyemprotan tidak setiap hari dilakukan. Lebih efektifnya, kita harus memperhatikan kebersihan lingkungan disekitar .
“Tutuplah rapat-rapat bak mandi agar nyamuk tidak masuk dan bersarang didalamnya, karena nyamuk senang menetas di air bersih yang menggenang. Kuraslah bak mandi minimal 1 Minggu sekali, agar nyamuk tidak masuk dan bersarang didalamnya. Timbun kaleng atau wadah kosong yang berisi air ke dalam tanah, agar nyamuk tidak menemukan tempat untuk bertelur. Dan jangan lupa menaburkan Abate, untuk memberantas jentik–jentik nyamuk,” pungkasnya.

