EKSPOSKALTIM, Bontang - Pamor emas sedang booming, namun tidak pada batu permata. Justru saat ini batu permata sedang kehilangan pamor dan minim peminat. Terkecuali bagi jenis berlian yang harganya melonjak 20 persen sejak pertengahan tahun lalu.
Pemilik Toko Azkiya, Zainal, mengatakan tingginya harga berlian disebabkan kurs dollar Amerika Serikat (AS) yang tahun lalu melejit. Lantaran peminatnya minim, omzet pedagang turun hingga 50 persen.
“Daya beli masyarakat juga turun," ujar Zainal, saat di temui di tokonya, Pasar Malam Berebas Bontang, Minggu (10/7/2016) siang tadi.
Kendati kini rupiah menguat dan harga relatif stabil, namun permintaan terhadap batu mulia tetap minim dikarenakan pembeli yang sepi.
“Hanya beberapa jenis permata yang harganya bergerak liar, karena daya tariknya memang tinggi seperti jenis blue safir. Namun diantara jenis permata, yang paling sering dicari masih tetap berlian," ujarnya.
Saat ini, harga berlian berkisar Rp.2,5 juta hingga Rp.9 juta. Namun untuk berlian ukuran besar yang biasa digunakan sebagai inti perhiasan, harganya bisa mencapai sekitar Rp 30 juta.
"Meski transaksi tak seatraktif jual beli emas, permintaan batu permata selalu ada. Asal jeli mengamati perkembangan harga dan melihat dari satu toko ke toko lain. Tapi, karena tidak ada satuan harga standar, sulit memprediksi pergerakan batu mulia. Yang ada malah seperti akik, tiba-tiba booming. Eh, tak lama meredup," tutupnya.(*)

