EKSPOSKALTIM, Bontang - Sebanyak 40 persen penyebab kanker disebabkan perilaku gaya hidup tak sehat seperti merokok, makan berlebih, dan tidak berolahraga. Dari penelitian yang ada, merokok menjadi pemicu dominan terjadinya kanker paru. Sedangkan kanker kulit, dominan diakibatkan paparan sinar matahari. Kanker serviks, sebagian besar disebabkan virus yang dapat menyebabkan kutil di berbagai bagian tubuh, atau yang lebih dikenal Human Papillomavirus (HPV).
Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang Rachmaniah Busaeri mengungkapkan, ada beberapa faktor penyebab kanker, diantaranya rokok, timbangan tidak normal, olahraga tidak teratur, dan minum-minuman beralkohol.
“Rokok adalah salah satu faktor pemicu kanker terbesar, karena rokok merupakan penyebab kanker paru-paru dan beberapa kanker, karena terpaparnya asap rokok. Semakin mengurangi paparan rokok, semakin baik dalam mengurangi resiko terkena segala jenis kanker termasuk kanker paru. Selain itu, menghindari tembakau merupakan salah satu cara terbaik menghindarkan resiko dari kanker," kata Rachmaniah, saat ditemui di RSUD Taman Husada Bontang, Jumat (15/7/2016) pagi tadi.
Selain rokok, hal yang juga dapat menimbulkan kanker yakni tidak stabilnya berat badan di angka normal. Kondisi ini juga bisa menjadi indikasi terkena kanker. Menurutnya, memiliki berat badan normal bukan hanya sekadar untuk indah dipandang, namun juga baik untuk kesehatan.
“Memiliki lemak berlebih itu terkait dengan meningkatnya resiko sembilan macam kanker, termasuk esofagus, ginjal, dan kandung empedu, seperti diungkapkan buku berjudul American Institute for Cancer Research," urainya.
Dia menambahkan, di era modern seperti saat ini, menjaga berat badan merupakan tantangan sulit. Banyaknya tersedia makanan cepat saji, kemudian minimnya kegiatan luar ruangan, tentu menjadi indikator yang dapat memicu peningkatkan berat badan.
“Sebaiknya jaga indeks massa tubuh tetap normal. Usahakan olahraga minimal 30 menit per minggu. Karena dengan seringnya kita melakukan olahraga, dapat menurunkan resiko terkena kanker bagi wanita. Dalam jurnal Nutrition and Cancer, peneliti mendapati olahraga 30 menit dalam seminggu, sudah mampu menurunkan resiko terkena kanker payudara hingga 35 persen," papar Rachmaniah.
Menurutnya, aktivitas fisik memiliki efek protektif. Selain membantu mempertahankan berat badan normal, juga mengurangi peradangan. Hal ini mampu mencegah sel-sel tubuh berubah jadi ganas. Hal yang tidak kalah penting yakni, menghindari minuman beralkohol. Karena semakin banyak mengkonsumsi minuman beralkohol, dapat merusak jaringan sel dalam tubuh.
"Alkohol merupakan penyebab terjadinya kanker seperti kanker mulut, hati, tenggorokan, usus, dan payudara. Tak begitu jelas apa kaitan konsumsi alkohol dengan kanker. Namun peneliti menduga alkohol bisa merusak jaringan sel. Misalnya saja di usus besar, bakteri dapat mengonversi alkohol menjadi sejumlah besar asetaldehida. Ini adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker. Namun tetap dengan fokus menjaga perilaku hidup sehat, karena itu adalah cara efektif turunkan risiko terkena kanker," tungkasnya. (*)

