PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

WALIKOTA NENI : PEREMPUAN BONTANG BISA DUDUK DI EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF

Home Berita Walikota Neni : Perempuan ...

WALIKOTA NENI : PEREMPUAN BONTANG BISA DUDUK DI EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF
Walikota Bontang Neni Moerniaeni (tengah) dalam acara Workshop Pengarusutamaan Gender Bidang Pendidikan, di Pendopo Rumah Jabatan Walikota, Rabu (10/8). DOK. HUMAS

EKSPOSKALTIM, BONTANG - Pemerintah Kota Bontang berkomitmen penuh terhadap Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kota Bontang termasuk di bidang pendidikan. Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri Workshop PUG Bidang Pendidikan di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Jalan Awanglong, Rabu (10/8) kemarin.

Meski telah ada dasar hukum dan peraturan yang memayungi kesetaraan dan keadilan gender, kenyataan di lapangan masih banyak terjadi ketimpangan gender dalam berbagai bidang baik dari segi kebijakan, maupun dalam kehidupan dan lingkungan sosial. Alasan ini yang membuat Pemerintah terdorong untuk membuat sebuah usaha penguatan pengarusutamaan gender.

"Penguatan pengarusutamaan gender merupakan strategi mencapai keadilan dan kesetaraan gender dengan tujuan agar isu-isu gender segera dikenali, diatasi melalui kebijakan program dan pelayanan yang berkesinambungan di Kota Bontang. Perubahan yang diharapkan dari usaha ini adalah berubahnya individu yang bias gender meningkat menjadi responsif gender, yang pada akhirnya menjadi sensitif gender," jelas Wali Kota Neni.

Kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta selama dua hari ini merupakan inisiatif Dinas Pendidikan Kota Bontang, untuk membangun pengetahuan tentang pentingnya pengarusutamaan gender dalam pembangunan pendidikan. Pesertanya terdiri dari pejabat yang membidangi pendidikan, seperti Kepala Sekolah dan tenaga pengajar, serta Kepala PAUD se Kota Bontang sebagai pengambil keputusan dengan mempertimbangkan keputusan yang responsif gender.

Dalam sambutannya Wali Kota Neni menyebutkan hasratnya untuk merubah paradigma bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki.

"Perempuan memang memiliki tanggung jawab yang berbeda, namun memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Workshop ini adalah usaha Pemerintah agar perempuan memiliki kebebasan seluas-luasnya di bidang pendidikan. Saya berharap narasumber dapat membantu peserta untuk mengupas permasalahan-permasalahan sejelas-jelasnya," tutur Neni.

Pada kesempatan ini pula, Neni mengungkapkan kesedihannya karena saat ini terjadi penurunan keterlibatan perempuan dalam pembangunan di Kota Bontang. Hal ini terlihat dari jarangnya perempuan yang duduk di lembaga eksekutif dan legislatif.

Oleh karena itu, Neni berharap dengan kepemimpinannya sebagai Wali Kota Bontang dapat mengubah paradigma bahwa perempuan tidak memiliki halangan untuk duduk di lembaga- lembaga tersebut. 

Kegiatan ini menghadirkan Prof Keppi Sukesi sebagai narasumber, seorang pakar gender dan Guru Besar di Universitas Brawijaya, Kota Malang., Provinsi Jawa Timur. (*)


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :