EKSPOSKALTIM, Penajam - Pembangunan fisik Gedung Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, resmi mencapai 100 persen. Proyek bernilai lebih dari Rp1,45 triliun itu kini memasuki fase pengisian interior dan pengadaan mebel.
“Progres fisik Istana Wakil Presiden sudah capai 100 persen,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Selasa (3/2), dikutip media ini dari antara.
Dengan bangunan seluas 32.061 meter persegi yang berdiri di atas lahan 148.417 meter persegi, Istana Wakil Presiden menjadi salah satu simbol awal berfungsinya pusat kekuasaan negara di Kalimantan Timur. Namun rampungnya struktur gedung belum berarti proyek selesai sepenuhnya.
“Saat ini fokus pengerjaan diarahkan pada pengadaan mebel dan interior,” kata Basuki.
https://eksposkaltim.com/berita-15882-istana-wapres-di-ikn-hampir-beres.html
Arsitektur Istana Wakil Presiden mengusung konsep huma betang umai, filosofi rumah panjang masyarakat Dayak yang memaknai ibu sebagai pengayom, pelindung, dan pemelihara. Konsep rumah panggung khas Kalimantan diangkat sebagai identitas, sekaligus penanda bahwa IKN ingin tampil berbeda dari wajah kekuasaan lama di Jakarta.
Selain simbol budaya, desain bangunan juga menekankan efisiensi energi. Istana Wakil Presiden dirancang dengan konsep hemat energi, termasuk sistem pendingin hibrida yang memaksimalkan sirkulasi udara silang, serta orientasi bangunan mengikuti arah matahari barat-timur untuk menekan panas berlebih.
“Bangunan Istana hemat energi dan tidak konsumtif karena penting untuk lingkungan, kesehatan pengguna, bangunan, serta kenyamanan,” jelas Basuki.
Meski bangunan utama telah rampung, penyempurnaan interior, termasuk perabot Istana Presiden dan Wakil Presiden, menjadi tanggung jawab Sekretariat Negara.
Basuki menegaskan pembangunan IKN secara keseluruhan masih terus berjalan. Infrastruktur pemerintahan, hunian, dan fasilitas pendukung ekosistem negara, termasuk lembaga yudikatif dan legislatif, ditargetkan rampung pada 2028.

