Psikolog Nuraida Wahyu menekankan pengasuhan digital harus melibatkan seluruh keluarga, di tengah kebiasaan orang tua menjadikan gawai sebagai cara instan menenangkan anak.
EKSPOSKALTIM - Psikolog Nuraida Wahyu menegaskan penerapan digital parenting di era saat ini tidak bisa hanya dibebankan pada orang tua, tetapi membutuhkan komitmen bersama seluruh anggota keluarga.
“Pengasuhan digital yang sukses tidak hanya bergantung pada ayah dan ibu, tetapi seluruh sistem pendukung di rumah harus memiliki pemahaman yang sama terkait aturan bermain gawai,” ujarnya, dikutip Senin (13/4).
Menurut dia, pembatasan penggunaan gawai akan menjadi tidak efektif jika anggota keluarga lain justru membiarkan anak mengakses perangkat tanpa pengawasan.
Ia menekankan orang tua perlu memahami teknologi sebelum mengenalkannya kepada anak, mengingat anak-anak kini mampu mempelajari penggunaan aplikasi secara mandiri bahkan sejak usia dini.
https://eksposkaltim.com/berita/ancaman-gawai-terhadap-perkembangan-motorik-anak-16625.html
Nuraida juga menyoroti kebiasaan orang tua yang kerap menjadikan gawai sebagai solusi cepat agar anak tetap tenang.
Menurutnya, praktik tersebut berisiko menghambat perkembangan anak karena mengurangi waktu eksplorasi fisik dan interaksi sosial langsung.
Untuk anak di bawah usia 10 tahun, ia menekankan pentingnya aturan tegas, termasuk pembatasan durasi layar dan pengawasan aktivitas penggunaan.
Orang tua, kata dia, tidak cukup hanya memberikan perangkat, tetapi juga harus rutin memeriksa riwayat penggunaan guna memastikan anak tidak terpapar konten yang tidak sesuai.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya etika orang tua dalam bermedia sosial, termasuk tidak mengeksploitasi aktivitas pribadi anak.
“Setiap anak memiliki hak privasi yang belum bisa disuarakan sendiri, sehingga kewajiban utama orang tua adalah menjadi pelindung terdepan bagi mereka,” kata Nuraida.

