PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

TB Mengintai Kaltim, Deteksi Dini Jadi Kunci

Home Berita Tb Mengintai Kaltim, Dete ...

Ancaman tuberkulosis di Kalimantan Timur masih tinggi, dengan satu penderita berpotensi menularkan penyakit ke 5 hingga 10 orang dalam satu rumah jika tidak segera diobati.


TB Mengintai Kaltim, Deteksi Dini Jadi Kunci
ILUSTRASI tuberkulosis. Foto: Reuters

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) memperkuat upaya eliminasi tuberkulosis (TB) dengan menekan penularan dari tingkat keluarga hingga desa.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan edukasi pencegahan menjadi kunci, mengingat penularan TB kerap terjadi di lingkungan terdekat.

“Satu orang terinfeksi yang dibiarkan tanpa pengobatan berisiko menularkan bakteri kepada lima hingga 10 anggota keluarga,” ujarnya dikutip media ini, Kamis (9/4).

Ia menegaskan setiap individu yang terkonfirmasi positif wajib menjalani pengobatan rawat jalan secara disiplin selama enam hingga 12 bulan, selama tidak ditemukan komplikasi.

Sebagai langkah memutus rantai penularan, seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien diwajibkan menjalani skrining melalui pemeriksaan rontgen atau tes dahak.

Kelompok berisiko tersebut juga didorong menjalani terapi pencegahan TB, meski dalam praktiknya masih ditemukan penolakan dari warga yang merasa tubuhnya sehat.

https://eksposkaltim.com/berita/campak-mengintai-di-kaltim-cakupan-imunisasi-masih-60-persen-16658.html

Untuk memperkuat deteksi dini, sebanyak 188 puskesmas di Kaltim telah diinstruksikan mempermudah akses layanan skrining, yang dapat dilakukan secara gratis hanya dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

Di tingkat wilayah, setiap kabupaten dan kota didorong memiliki desa percontohan dengan kader kesehatan yang kompeten serta sistem pelaporan terpadu guna mempercepat penanganan kasus.

Pemprov Kaltim juga membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis yang melibatkan pemerintah daerah, korporasi, masyarakat, hingga lembaga filantropi.

Secara nasional, Indonesia masih menghadapi beban kasus TB yang tinggi. Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 1,09 juta kasus TB, dengan sebagian di antaranya belum terdeteksi.

Kondisi ini membuat pemerintah pusat menetapkan program percepatan penanganan, termasuk pembentukan ribuan desa siaga TB di sejumlah provinsi prioritas.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :