PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

WNI yang Diculik Israel Bertambah Jadi 9 Orang

Home Berita Wni Yang Diculik Israel B ...

Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi seluruh WNI peserta flotilla kemanusiaan menuju Jalur Gaza kini telah ditangkap pasukan Israel, termasuk tiga wartawan media nasional yang ikut dalam misi tersebut.


WNI yang Diculik Israel Bertambah Jadi 9 Orang
Tangkapan layar dari siaran langsung beberapa kapal Global Sumud Flotilla pada Rabu malam. Foto: Catalan News

EKSPOSKALTIM, Jakarta – Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penculikan pasukan Zionis Israel dalam misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza terus bertambah.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kini memastikan total terdapat sembilan WNI yang ditangkap dalam operasi penyergapan kapal flotilla internasional tersebut.

“Berdasarkan informasi terkini, 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” ujar Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, ditulis Rabu (20/5). 

Dari sembilan WNI yang ditahan itu, tiga di antaranya merupakan wartawan media nasional yang tengah menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan tersebut. Mereka ialah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Kemlu RI menyebut seluruh jalur diplomatik kini terus dioptimalkan guna memastikan kondisi para WNI tetap aman serta mendapatkan perlindungan kekonsuleran.

“Kami mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” tegas Nabyl.

Situasi di lapangan disebut masih bergerak dinamis sejak penyergapan pertama terjadi pada Senin (18/5/2026). Sebelumnya, lima WNI lebih dulu dilaporkan ditangkap, sebelum jumlah korban bertambah dalam perkembangan terbaru.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, KBRI di Kairo, Roma, Amman, dan Istanbul telah disiagakan penuh. Perwakilan RI juga menyiapkan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila dokumen perjalanan para WNI disita otoritas Israel.

Selain itu, dukungan medis juga disiapkan apabila diperlukan setelah proses pembebasan nantinya.

Pemerintah Indonesia kembali mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza dan menangkap para relawan internasional di dalamnya.

Kemlu RI menegaskan insiden tersebut kembali menunjukkan pentingnya penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, terutama terkait akses penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :