PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Fakta Baru Dapur Sabu di Prapatan Balikpapan: Sulap Cairan dari Malaysia lewat VC

Home Berita Fakta Baru Dapur Sabu Di ...

Pengungkapan industri rumahan sabu di Balikpapan membuka fakta baru bahwa jaringan narkotika kini memanfaatkan teknologi komunikasi dan jalur laut internasional untuk memproduksi hingga setengah kilogram sabu dalam satu siklus. 


Fakta Baru Dapur Sabu di Prapatan Balikpapan: Sulap Cairan dari Malaysia lewat VC
SABU CAIR DARI MALASYIA perangkat dapur inilah yang digunakan oleh residivis OH meracik sabu. Foto: Dok.Polda Kaltim

EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Sejumlah fakta terungkap dari industri rumahan (home industry) sabu di Balikpapan yang digerebek Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim pada awal Mei kemarin. Menariknya, tersangka OH (pria) mampu menyulap cairan kiriman dari Malaysia menjadi kristal sabu mematikan hanya dengan panduan video call (VC).

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu membeberkan bahwa aktivitas ilegal ini telah berlangsung selama satu tahun terakhir di sebuah rumah di kawasan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota.

Modus Estafet Jalur Laut

Bahan baku utama berupa sabu cair tersebut diketahui berasal dari Malaysia. Untuk mengelabui petugas, jaringan internasional ini menggunakan jalur estafet laut yang cukup panjang.

https://eksposkaltim.com/berita/pabrik-sabu-rumahan-di-balikpapan-dibongkar-polisi-temukan-lab-mini--17146.html

"Cairan tersebut dikirim dari Malaysia melalui kapal menuju Tarakan. Setibanya di Tarakan, jaringan di sana mengirimkan kembali cairan tersebut menggunakan kapal menuju Balikpapan," ungkap Romylus lewat keterangan tertulisnya, ditulis Selasa (12/5).

Bahan baku ini dikemas dalam botol-botol khusus. Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Jawa Timur, cairan di dalam botol tersebut dinyatakan positif mengandung Metamfetamina.

Berpanduan Video Call

Yang lebih mencengangkan, OH yang diketahui merupakan seorang residivis bukanlah ahli kimia profesional. Keahlian meracik sabu ia dapatkan dari balik jeruji besi. Ia belajar dari seorang pria berinisial A (buron) yang dikenalnya saat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Proses produksi dilakukan di kamar rumah dengan panduan teknologi. "Tersangka diajari oleh Saudara A melalui video call. Sebelumnya, OH diminta menyiapkan peralatan memasak seperti kompor listrik, gelas kimia, aluminium foil, hingga pipet kaca," jelas Romylus.

Dalam sekali produksi, OH biasanya memasak setengah botol cairan. Hasilnya tidak main-main; dari setengah botol tersebut, ia mampu menghasilkan 10 paket sabu kristal dengan berat masing-masing 50 gram. Artinya, dalam satu siklus produksi "dapur mini" ini, dihasilkan setengah kilogram sabu siap edar.

Sudah Tersebar Luas

Polisi menyebutkan bahwa sabu hasil racikan Prapatan ini secara fisik identik dengan sabu yang beredar di pasaran pada umumnya. Selama satu tahun beroperasi, produk OH diduga sudah merambah luas ke berbagai sudut Balikpapan dan sekitarnya dengan sistem "jejak" (menaruh barang di lokasi tertentu).

https://eksposkaltim.com/berita/di-balik-terbongkarnya-11-kg-sabu-di-sangatta-%E2%80%98tikus-hitam%E2%80%99-bidik-tambang-kaltim-16711.html

Pengungkapan ini sendiri bermula dari penangkapan seorang wanita berinisial AS di sebuah hotel bintang dua di Balikpapan. Dari pengembangan AS, polisi kemudian menggerebek kediaman OH dan menemukan aktivitas produksi rumahan tersebut.

Kombes Pol Romylus Tamtelahitu memberikan peringatan keras kepada masyarakat. Penemuan lab mini di kawasan Prapatan menjadi bukti bahwa produksi narkoba kini sudah masuk ke jantung pemukiman warga.

"Narkoba kini tidak lagi diproduksi di tempat tersembunyi, tapi sudah masuk ke lingkungan perumahan melalui home industry ilegal. Kami meminta perangkat RT dan RW untuk meningkatkan kewaspadaan. Segera laporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan Anda," tegasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :