Tiga bulan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser, KONI Balikpapan mulai menyusun kekuatan. Lebih dari seribu atlet masuk radar kontingen.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Balikpapan mulai tancap gas mempersiapkan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang akan dihelat di Kabupaten Paser, November mendatang. Target tinggi pun dipatok, yakni menembus posisi tiga besar sesuai harapan pemerintah kota.
Ketua KONI Balikpapan, Gasali, menegaskan bahwa persiapan sedini mungkin menjadi kunci utama untuk bersaing dengan sembilan kabupaten/kota lainnya di Kaltim. Langkah konkret terdekat adalah menggelar Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) yang dijadwalkan bergulir pada Agustus nanti.
"Kegiatan TC (Puslatkot) ini menjadi tolak ukur kemampuan fisik maupun mental anak-anak yang akan kita kirim nantinya," ujar Gasali, Kamis (16/7/2026).
Berdasar hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov sebelumnya, tercatat ada sekitar 700-an atlet yang lolos. Namun, dalam perkembangannya, rekapitulasi sementara dari 50-an cabang olahraga (cabor) yang bertanding kini membengkak menjadi seribuan atlet yang potensial untuk diajukan ke Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan.
"Rampung awal Agustus ini untuk diajukan ke Disparpora guna menunggu entry by name. Mudah-mudahan kemampuan keuangan kita bisa menopang untuk membawa semuanya, karena ini sangat berpotensi mendapatkan juara," tambah Gasali.
Puslatkot di Asrama Haji
Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Balikpapan, Andi Wely, menjelaskan bahwa manajemen puslatkot dan kepanitiaan telah resmi dibentuk berdasarkan rapat unsur pimpinan. Mengingat waktu persiapan yang tersisa kurang lebih tiga bulan, KONI juga akan menggelar Rapat Kerja (Raker) pada 8 Agustus nanti untuk memotivasi cabor.
Terkait kuota akhir, Andi menyebut data riil dari Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) saat ini berkisar seribuan atlet dari target awal sebanyak 1.116 atlet. Angka ini masih dinamis karena adanya potensi penyesuaian regulasi administrasi.
"Bisa bertambah maupun berkurang karena ada proses pendataan atlet mutasi berdasarkan NIK. Kami pastikan yang berangkat adalah atlet murni jebolan BK Porprov. Tidak bisa atlet abal-abal yang tiba-tiba diambil dari luar daerah menjelang hari H," tegas Andi Wely.
Untuk efisiensi pemusatan latihan, KONI berencana memusatkan akomodasi para atlet di Asrama Haji Balikpapan secara bergantian selama tiga hari, disesuaikan dengan klasifikasi cabor. Atlet akan dibagi ke dalam kategori cabor unggulan, andalan, dan harapan.
Sebelum puslatkot resmi dimulai, KONI sendiri telah menginstruksikan seluruh cabor untuk menjalankan latihan mandiri guna menjaga kebugaran di tengah padatnya agenda kejuaraan daerah (kejurda) pada Agustus nanti.
Ajukan Anggaran Rp30 Miliar
KONI Balikpapan menyadari bahwa target prestasi harus ditopang oleh pendanaan yang sehat. Untuk mencakup seluruh kebutuhan mulai dari pusat pelatihan, kebutuhan logistik, konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga bonus atlet, KONI mengajukan usulan anggaran kurang lebih sebesar Rp30 miliar kepada pemerintah daerah melalui APBD Perubahan.
"Olahraga ini memang membutuhkan pendanaan. Dari 64 cabor yang ada, jika anggaran mumpuni dan minimal bisa meng-cover 75 persen kebutuhan cabor andalan dan harapan agar berada di zona medali, saya yakin motivasi atlet akan berlipat ganda," kata Andi Wely optimistis.



