Pagi itu Rismawati Ali Dama berangkat mengantar kue seperti biasa. Namun perjalanan mencari nafkah berakhir tragis setelah kecelakaan lalu lintas merenggut nyawanya.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Pemerintah Kota Bontang bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan senilai Rp233,5 juta kepada ahli waris Rismawati Ali Dama (36), pekerja rentan yang meninggal dunia akibat kecelakaan saat mengantarkan dagangan pada Januari lalu.
Santunan tersebut diserahkan langsung kepada keluarga di kediaman mereka sebagai bagian dari program perlindungan pekerja rentan yang dibiayai pemerintah daerah.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bontang, Taufiq Nurrahman, mengatakan almarhumah merupakan salah satu dari sekitar 34 ribu pekerja rentan di Kota Bontang yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada pekerja rentan,” ujarnya, Rabu (5/8).
Rismawati tercatat sebagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sehari-hari berjualan kue. Secara data kesejahteraan sosial, almarhumah juga masuk kategori masyarakat rentan dan tidak memiliki rumah tinggal tetap sehingga menetap bersama kerabat keluarga.
Berangkat Subuh Cari Nafkah
Suami almarhumah, Bustam (41), menceritakan kecelakaan terjadi pada 28 Januari 2026 sekitar pukul 06.28 WITA saat istrinya mengantarkan kue ke sejumlah warung dan kedai.
Pagi itu, di tengah hujan rintik, Rismawati baru saja menitipkan dagangannya di sebuah kedai. Saat hendak berbalik arah di kawasan pertigaan dekat pasar, kendaraan yang dikendarainya terserempet hingga terjatuh.
“Dokter waktu itu bilang ada luka dalam di bagian kepala. Istriku juga saat itu sudah tidak dapat berbicara dan hanya meneteskan air mata,” kenang Bustam.
Korban sempat tergeletak di jalan dengan luka serius di kepala. Karena ambulans belum datang, warga kemudian membantu membawa Rismawati ke rumah sakit terdekat. Namun lima jam setelah mendapatkan perawatan medis, ia dinyatakan meninggal dunia di RS Amalia Bontang.
Bustam mengatakan sang istri selama ini turut membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kue dan gorengan. Jika ada pesanan banyak, Rismawati biasa mulai bekerja sejak pukul 02.00 WITA. Sementara untuk rutinitas harian, ia mulai mengolah adonan sekitar pukul 03.00 WITA dan mengantar dagangan menjelang subuh.
“Terkadang saya juga gantian membantu mengantar kue ke pasar,” ujarnya.
Beasiswa Hingga Kuliah
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp7 miliar setiap tahun untuk membiayai kepesertaan sekitar 34 ribu pekerja rentan, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, guru ngaji hingga berbagai profesi informal lainnya.
“Pemerintah hadir untuk melindungi masyarakatnya. Kami tidak mau menciptakan miskin baru karena ketika pencari nafkah utama meninggal, keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki perlindungan,” kata Neni.
Santunan yang diterima keluarga Rismawati terdiri atas manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp48 juta, santunan berkala Rp12 juta, biaya pemakaman Rp10 juta, serta beasiswa pendidikan bagi dua anaknya senilai Rp163,5 juta.
Beasiswa tersebut akan diberikan secara bertahap mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Alhamdulillah, bersyukur sekali terhadap bantuannya karena bisa membantu pendidikan anak-anak,” ucap Bustam.
Saat ini, kedua anak Rismawati yang berusia 12 tahun dan 6 tahun menjadi prioritas utama keluarga untuk mendapatkan jaminan pendidikan setelah kepergian sang ibu.



