PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Belasan Siswa hingga Guru di Bontang Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG

Home Berita Belasan Siswa Hingga Guru ...

Di tengah investigasi dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutai Kartanegara, laporan gangguan kesehatan kembali muncul. Kali ini, 12 guru dan murid SDN 012 Bontang Selatan mengalami mual, muntah, hingga diare usai mengonsumsi menu MBG.


Belasan Siswa hingga Guru di Bontang Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG
ILUSTRASI sejumlah siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG di Bontang. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Bontang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di Kalimantan Timur. Sebanyak 12 orang yang terdiri dari guru dan murid SDN 012 Bontang Selatan dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi makanan program MBG pada Rabu (5/8).

Kasus ini muncul saat proses investigasi dugaan keracunan MBG yang menimpa 85 penerima manfaat di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, masih berlangsung dan menunggu hasil uji laboratorium BPOM.

Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut.

"Benar ada laporannya, kami masih dalami lagi. Ada 12 orang, termasuk guru dan murid," ujarnya, Kamis (6/8), dikutip dari Bontang Post. 

Menurut Surya, makanan yang dikonsumsi berasal dari dapur SPPG Bontang Utara 2 di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api.

Sebagai langkah antisipasi, distribusi MBG ke SDN 012 Bontang Selatan dihentikan sementara hingga proses investigasi selesai. Namun penyaluran makanan dari dapur yang sama ke sekolah lain masih tetap berjalan karena belum ditemukan laporan serupa.

"Kami masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebabnya. Karena sejauh ini hanya sekolah tersebut yang mengalami kejadian ini," katanya.

BGN bersama Dinas Kesehatan kini melakukan penelusuran, termasuk mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Salah seorang guru yang mengalami keluhan juga telah dikunjungi tim untuk pendalaman informasi.

"Kami masih coba pastikan dan melakukan pemeriksaan, baik dari uji sampel dan lainnya. Kami akan memastikan proses evaluasi menyeluruh terhadap SPPG yang bersangkutan," ujarnya.

Surya menegaskan belum ada kesimpulan bahwa gejala yang dialami para penerima manfaat disebabkan oleh makanan MBG. Seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi.

Di sisi lain, Mitra SPPG Bontang Utara 2, Rahmawati, memastikan proses pengolahan hingga distribusi makanan pada hari kejadian telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP).

Ia menjelaskan makanan mulai dimasak sekitar pukul 07.00 Wita dan didistribusikan ke SDN 012 Bontang Selatan sekitar pukul 10.00 Wita. Adapun laporan mengenai keluhan guru dan murid diterima sekitar pukul 14.00 Wita.

"Sudah sesuai SOP. Saat dimasukkan ke ompreng juga. Kami pastikan sayurnya tidak dalam kondisi panas agar tidak mudah basi," katanya.

Meski demikian, insiden ini menjadi catatan baru bagi pelaksanaan program MBG di Kalimantan Timur. Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, dua daerah berbeda melaporkan gangguan kesehatan pada penerima manfaat sehingga memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi pengawasan keamanan pangan di setiap dapur penyedia MBG.

Hasil investigasi dan uji laboratorium akan menjadi penentu apakah kedua kejadian tersebut berdiri sendiri atau menunjukkan persoalan yang lebih sistemik dalam pelaksanaan program.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :