PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Motor Bakal Punya Jam Khusus Isi Pertalite di Balikpapan

Home Berita Motor Bakal Punya Jam Khu ...

Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan dua langkah untuk mengurai antrean panjang Pertalite yang kerap memicu kemacetan, yakni menambah titik SPBU penyalur dan menerapkan jam layanan khusus bagi kendaraan roda dua.


Motor Bakal Punya Jam Khusus Isi Pertalite di Balikpapan
Antrean BBM di SPBU Sepinggan, Balikpapan Selatan. Selain menambah titik SPBU yang melayani penjualan Pertalite, pemkot juga tengah menyusun skema pemberlakuan jam operasional. Foto : Eksposkaltim/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyiapkan skema pembatasan jam operasional pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite, khususnya bagi pengendara roda dua. Itu, untuk mengurai antrean panjang yang kerap memicu kemacetan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat Wali Kota bersama BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga.

"Kami akan menindaklanjuti rapat Wali Kota bersama BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga. Dalam waktu dekat, 2–3 hari ke depan, kami akan rapat kembali soal penambahan SPBU penyalur BBM subsidi, khususnya roda dua," ujar Fadli, Selasa (18/8).

Skema Jam Operasional Pengisian BBM

Selain menambah titik SPBU penyalur Pertalite, Pemkot juga akan mengatur jam pelayanan pengisian BBM bersubsidi agar tidak berbenturan dengan puncak kepadatan lalu lintas saat jam berangkat sekolah dan kantor.

Rencananya, pengisian BBM subsidi akan dibuka pada pukul 09.00–12.00 WITA, kemudian dilanjutkan pukul 20.00–23.00 WITA. "Ini salah satu strategi untuk mengurai antrean yang semakin panjang dan mulai mengganggu lalu lintas sekitarnya," jelas Fadli.

Bukan Soal Kelangkaan, tapi Migrasi dari BBM Nonsubsidi

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengungkapkan, lonjakan antrean yang berulang setiap sore hari didominasi hingga 90 persen oleh kendaraan roda dua saat masyarakat pulang beraktivitas. Menurutnya, penumpukan itu bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan, melainkan dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi yang membuat masyarakat beralih menggunakan Pertalite.

"Kuota insyaallah cukup. Kami lakukan penyesuaian dan evaluasi bersama sesuai kebutuhan masyarakat," tegas Wahyudi usai rapat dengan Pemkot Balikpapan dan Pertamin Patra Niaga di Balai Kota, pekan lalu.

Lima Titik Layanan Pertalite Baru

Pada Jumat (14/8), Pemkot Balikpapan telah menggelar rapat koordinasi dengan BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga membahas antrean Pertalite yang terus mengular.

Dari rapat itu, Wahyudi memetakan lima titik strategis baru untuk layanan Pertalite berdasarkan evaluasi kondisi geografis dan pola pergerakan kendaraan warga.

"Dua titik berada di Balikpapan Timur, yaitu Kelurahan Teritip dan kawasan Batakan di Balikpapan Timur. Kemudian di Jalan MT Haryono, yaitu SPBU depan Majesty dan SPBU arah Grand City, serta satu titik lainnya di wilayah Kebun Sayur, Balikpapan Barat," kata Wahyudi.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menegaskan penambahan penyaluran Pertalite di lima titik baru tersebut belum bisa langsung dioperasikan karena masih dalam proses perizinan dan pemenuhan persyaratan teknis.

"Kami ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Karena itu, begitu izin dan kesiapan SPBU selesai, penyaluran akan segera dilakukan," tutur Rahmad.

Pemkot Balikpapan juga akan memperketat pengawasan distribusi untuk memastikan apakah antrean dipicu oleh ketimpangan distribusi atau lonjakan kebutuhan riil masyarakat. Jika dibutuhkan penambahan pasokan, Pemkot akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Rahmad memastikan kuota BBM di Balikpapan akan tetap terpenuhi sehingga warga tidak perlu khawatir maupun melakukan pembelian berlebihan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :