Sistem keselamatan KMP Bontang Express II disebut berfungsi saat kebakaran terjadi di sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Menhub Dudy Purwagandhi mengungkap dugaan awal api.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengungkap dugaan awal penyebab kebakaran KMP Bontang Express II yang terjadi di sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
Kapal yang sedang tidak beroperasi tersebut diduga pihaknya mengalami korsleting listrik dari sebuah kipas angin, sementara sistem sprinkler dilaporkan berfungsi dan membantu pemadaman api.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Bontang Express II terbakar saat berada di area parkir kapal atau lego jangkar di sekitar Pelabuhan Ketapang dalam kondisi tidak beroperasi.
Dudy menjelaskan berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari saksi di lapangan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari kipas angin.
"Kapal ini sedang off, (diduga) korsleting listrik, akibat kipas angin," kata Dudy di Jakarta, Jumat malam.
Menurut dia, kru kapal yang pertama kali mengetahui kejadian langsung melakukan penanganan awal sehingga kobaran api dapat dikendalikan dengan cepat.
Menhub menyebut api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit setelah terdeteksi. Sistem pendeteksi kebakaran dan sprinkler di dalam kapal juga disebut berfungsi saat insiden berlangsung.
"Api padam dalam 30 menit. Api berhasil dipadamkan kru kapal. Insiden itu dilaporkan terjadi di ruang menyusui. Sprinkel nyala, berfungsi," ujarnya.
Meski demikian, Dudy menegaskan informasi mengenai penyebab kebakaran masih bersifat sementara dan didasarkan pada keterangan awal anak buah kapal.
Investigasi lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Ia juga meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meningkatkan pengawasan terhadap aspek keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menurut Masyhud, saat kebakaran terjadi kapal berada dalam kondisi kosong sehingga tidak terdapat penumpang maupun awak kapal yang terdampak.
"Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Korban jiwa tidak ada, kapal kosong. Tapi kapal ini tidak menempel di dermaga," kata Masyhud.
Kebakaran KMP Bontang Express II sebelumnya sempat menarik perhatian publik karena kapal tersebut melayani rute penyeberangan penting di kawasan Kalimantan Timur.
Namun karena kapal sedang tidak beroperasi saat kejadian, insiden tersebut tidak menimbulkan korban maupun gangguan terhadap penumpang.


