Kabut asap karhutla yang masih terjadi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan.
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan masih berpotensi terdampak kabut asap dan udara kabur pada Jumat (4/9).
Di Kalimantan Timur, Kota Samarinda masuk dalam wilayah yang diprakirakan mengalami udara kabur. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sementara itu, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, diprakirakan mengalami asap atau kabut.
Prakirawan BMKG Wahyu Annisa mengatakan fenomena tersebut masih perlu diwaspadai masyarakat mengingat sejumlah wilayah Kalimantan sedang menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kualitas udara.
“Untuk wilayah Kalimantan, potensi udara kabur diprakirakan melanda Pontianak, Palangka Raya, dan Samarinda. Sedangkan asap atau kabut diprakirakan melanda Banjarmasin,” ujarnya dalam siaran prakiraan cuaca BMKG.
Meski demikian, BMKG juga memprakirakan hujan ringan berpotensi turun di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Selain potensi udara kabur, BMKG mengingatkan masyarakat Kaltim untuk tetap mewaspadai peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah provinsi ini.
Peringatan tersebut menjadi penting karena kondisi cuaca yang berubah cepat dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama transportasi, penerbangan, dan kegiatan luar ruangan.
Secara nasional, BMKG mencatat potensi udara kabur juga terjadi di Palembang, sementara asap atau kabut diprakirakan muncul di Bengkulu, Bandar Lampung, Banjarmasin, dan Mataram.
Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan yang berisiko lebih tinggi terdampak paparan kabut asap.


