PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Setelah Asap Melumpuhkan Bandara, Penerbangan Kutai Barat Mulai Dibuka Bertahap

Home Berita Setelah Asap Melumpuhkan ...

Lima hari terisolasi oleh kabut asap karhutla, Kutai Barat mulai membuka kembali jalur udaranya. Wings Air dijadwalkan kembali terbang dari Bandara Melalan pada Minggu (6/9/2026), meski ancaman jarak pandang rendah masih membayangi.


Setelah Asap Melumpuhkan Bandara, Penerbangan Kutai Barat Mulai Dibuka Bertahap
Bandara Melalan, Kutai Barat dijadwalkan kembali melayani penerbangan pada Minggu (6/9/2026). Aktivitas penerbangan di bandara ini sempat lumpuh total pada 1–5 September 2026 akibat pembatalan massal oleh pihak maskapai. Foto: Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Melalan di Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mulai dibuka secara bertahap pada Minggu (6/9/2026).

Langkah pemulihan ini dilakukan setelah seluruh operasional penerbangan lumpuh total sepanjang 1–5 September 2026 akibat pekatnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kendati penerbangan mulai dibuka, kepastian keberangkatan pesawat masih sangat bergantung pada kondisi jarak pandang (visibility) penerbangan di sekitar kawasan bandara.

Kepala Bandar Udara Melalan, Bernard Repelita Purba, menjelaskan bahwa maskapai Wings Air untuk rute Melak–Balikpapan dijadwalkan kembali mengudara pada pukul 11.30 WITA dan 13.30 WITA pada Minggu (6/9/2026). Proses pelaporan mandiri (check-in) penumpang di terminal bandara juga telah resmi dibuka.

"Proses check-in sudah dibuka di bandara. Namun kepastian keberangkatan pesawat masih harus menunggu perkembangan cuaca di lapangan, terutama terkait ambang batas jarak pandang aman (visibility)," ujar Bernard saat dikonfirmasi dari Balikpapan, Minggu (6/9/2026).

Bernard mengungkapkan, kondisi jarak pandang di langit Bandara Melalan pada Minggu pagi sebenarnya telah mengalami perbaikan dibanding hari-hari sebelumnya. Walau demikian, jarak pandang horizontal saat ini tercatat masih berada di bawah 5 kilometer (km), yang merupakan standar jarak aman minimum untuk keselamatan proses pendaratan (landing) dan lepas landas (take-off).

Smart Aviation Perpanjang Pembatalan hingga 10 September

Di saat rute menuju Balikpapan dan Samarinda mulai memperlihatkan sinyal pemulihan, penanganan berbeda diambil oleh maskapai pengumpan (feeder) Smart Aviation yang melayani rute perintis Melak–Datah Dawai di Kabupaten Mahakam Ulu.

Manajemen Smart Aviation secara resmi mengonfirmasi perpanjangan masa pembatalan seluruh aktivitas penerbangan perintis hingga Kamis (10/9/2026) mendatang akibat tingginya risiko keselamatan di jalur udara pedalaman.

"Pihak Smart Aviation sudah menyampaikan konfirmasi tertulis bahwa mereka tidak akan terbang sampai tanggal 10 September nanti," tegas Bernard.

Sementara itu, untuk rute penerbangan Melak–Samarinda yang juga dilayani oleh maskapai Wings Air, dijadwalkan baru akan kembali beroperasi normal mulai Senin (7/9/2026).

"Sesuai jadwal reguler, penerbangan Wings Air rute Samarinda dijadwalkan terbang kembali pada Senin esok," tambahnya.

Lumpuh 5 Hari Imbas Asap Pekat Karhutla

Sebelumnya, pekatnya kabut asap karhutla yang mengepung sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Timur telah melumpuhkan total aktivitas penerbangan di Bandara Melalan sejak awal September.

Merosotnya kualitas udara membuat jarak pandang mendadak anjlok hingga menyentuh angka terendah 1,5 kilometer pada Jumat (4/9/2026). Angka tersebut merosot tajam dari standar minimal keselamatan penerbangan visual yang mensyaratkan jarak pandang bebas sekurang-kurangnya 5 kilometer.

Meskipun jadwal penerbangan dibatalkan dalam sepekan terakhir, Bernard menegaskan bahwa otoritas penerbangan tidak pernah menerbitkan instruksi penutupan bandara. Bandara Melalan tetap beroperasi penuh (open) untuk mengakomodasi kebutuhan darurat.

"Keputusan pembatalan penerbangan murni merupakan diskresi dan pertimbangan teknis dari manajemen masing-masing maskapai demi mengedepankan asas keselamatan serta keamanan penerbangan bagi seluruh penumpang dan awak pesawat," jelas Bernard.

Dampak karhutla ini mencatatkan pembatalan rute harian Wings Air Balikpapan–Melak (termasuk jadwal penerbangan tambahan dua kali sepekan pada Rabu dan Minggu), rute tiga kali sepekan Samarinda–Melak, serta rute perintis dua kali sepekan Melak–Datah Dawai oleh Smart Aviation.

Gangguan penerbangan imbas kabut asap ini merupakan kali kedua dalam kurun dua pekan terakhir. Sebelumnya pada periode 28 hingga 30 Agustus 2026, tebalnya kabut asap karhutla juga sempat memaksa maskapai membatalkan penerbangan massal karena menghalangi jarak pandang pilot pada fase pendekatan pendaratan (approach).

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :