Dominasi cuaca berawan belum otomatis mengakhiri ancaman kabut asap yang dalam beberapa pekan terakhir mengganggu aktivitas masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan akan didominasi cuaca berawan pada Sabtu (12/9).
Prakirawan BMKG Bintari menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi terbentuknya daerah konvergensi yang memanjang dari Teluk Thailand hingga Laut Cina Selatan serta dari pesisir utara Papua Nugini menuju Samudra Pasifik.
Kondisi atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, meski tidak seluruh daerah akan mengalami hujan.
Untuk wilayah Kalimantan, BMKG memprakirakan Kota Samarinda dan Banjarmasin berada dalam kategori cuaca berawan sepanjang hari.
Sementara itu, Tanjung Selor di Kalimantan Utara diprakirakan berpotensi mengalami hujan ringan.
Secara nasional, hujan ringan diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Bandung, Semarang, Mamuju, Palu, Nabire, dan Jayawijaya.
Adapun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir diprakirakan terjadi di wilayah Padang, Sumatera Barat.
Meski kondisi cuaca di Kaltim dan Kalsel cenderung berawan, perhatian terhadap dampak karhutla masih diperlukan. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah wilayah Kalimantan mengalami penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap.
Asap bahkan sempat mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah daerah Kalimantan, termasuk penutupan sementara Bandara Melalan di Kutai Barat dan gangguan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Karena itu, cuaca berawan yang mendominasi akhir pekan ini belum tentu cukup untuk mempercepat pemulihan kualitas udara, terutama jika hujan belum turun secara merata di wilayah yang terdampak karhutla.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan atau berada di wilayah yang masih berisiko terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.
Selain memantau kondisi cuaca di daratan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan memprakirakan gelombang hingga empat meter berpotensi terjadi di beberapa perairan Sumatera Utara pada periode 11–14 September 2026 akibat pengaruh angin kencang dan kondisi atmosfer di kawasan Sumatera bagian utara.



