Perbaikan cuaca belum sepenuhnya menghapus dampak musim kemarau di Kalimantan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Di tengah ancaman karhutla yang masih membayangi Kalimantan, BMKG kembali memprakirakan udara kabur berpotensi terjadi di Samarinda pada Kamis (24/9/2026), sementara sejumlah wilayah lain masih menghadapi risiko kabut asap dan gangguan jarak pandang.
Prakirawan BMKG Afif S mengatakan kondisi udara kabur diprakirakan terjadi di Samarinda. Sementara itu, Kota Palangkaraya berpotensi mengalami asap atau kabut.
“Untuk cuaca di Pulau Kalimantan, Samarinda diprakirakan udara kabur, sedangkan Palangkaraya berpotensi asap atau kabut,” ujar Afif dalam tayangan prakiraan cuaca BMKG.
BMKG juga memperkirakan hujan ringan berpotensi turun di Pontianak, Tanjung Selor, dan Banjarmasin.
Prakiraan tersebut memperpanjang tren yang telah disampaikan BMKG sehari sebelumnya. Pada Rabu (23/9), BMKG juga mencatat potensi udara kabur di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan di tengah dominasi cuaca kering di sebagian besar wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi jarak pandang, terutama bagi aktivitas transportasi udara. BMKG kembali mengingatkan pengguna jasa penerbangan agar memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Selain udara kabur, BMKG juga mengingatkan potensi pertumbuhan awan cumulonimbus di sejumlah wilayah Indonesia. Awan jenis ini dapat memicu petir, angin kencang, hingga hujan lebat yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan. (ant)
“Untuk itu, selalu ikuti perkembangan cuaca dari bandara,” kata Afif.
Secara umum, BMKG memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia didominasi hujan ringan dan berawan tebal. Di Pulau Jawa, cuaca berawan tebal diprakirakan terjadi di Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Sementara itu, hujan ringan berpotensi mengguyur sejumlah kota di Sumatra seperti Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, dan Palembang. BMKG juga mengingatkan potensi hujan disertai petir di wilayah Jayawijaya, Papua Pegunungan. (ant)


