PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Samarinda Darurat! ISPU Tembus 317 Kategori Berbahaya, ISPA Tembus 12 Ribu Kasus

Home Berita Samarinda Darurat! Ispu T ...

Kota Samarinda masuk fase paling berbahaya. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tembus 317 kategori berbahaya hari ini, Rabu (21/10/2026), saat kasus ISPA September melonjak ke 12.819 kasus. Pemkot pun memperpanjang status darurat kekeringan untuk keempat kalinya di tengah El Nino yang makin mengganas.


Samarinda Darurat! ISPU Tembus 317 Kategori Berbahaya, ISPA Tembus 12 Ribu Kasus
Kabut asap menyelimuti Kota Samarinda. ISPU tembus 317 kategori berbahaya pada Rabu (21/10/2026). /Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Kualitas udara Samarinda masuk kategori berbahaya di tengah karhutla dan kekeringan panjang.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menembus 317 pada Rabu (21/10/2026), sementara kasus ISPA September tercatat 12.819 kasus.

Kondisi itu terjadi saat Pemkot Samarinda kembali memperpanjang status tanggap darurat kekeringan untuk keempat kalinya. Lewat SK Wali Kota Nomor 300.2.3/322/HK-KS/X/2026, status darurat berlaku 28 hari, 20 Oktober hingga 16 November 2026.

Dalam pertimbangannya, Pemkot mencatat El Nino sangat kuat dengan indeks +3,08, naik dari sebelumnya +2,70. Fenomena ini diprediksi bertahan hingga awal 2027, sementara musim hujan baru masuk dasarian kedua November 2026.

SK itu juga mencatat hari tanpa hujan kategori ekstrem, lebih dari 60 hari. Dampak karhutla masih berkembang, kualitas udara sempat tidak sehat pada 12-17 Oktober 2026.

Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kusasih menyebut, berdasarkan Stasiun Pemantauan Labkesda Kaltim, ISPU Rabu pukul 13.00 Wita mencapai 317 dengan parameter kritis PM2.5.

"Sehingga masyarakat diimbau menghindari semua aktivitas di luar ruangan," kata Ismed.

ISPA Naik 3 Bulan Beruntun

Tren ISPA naik terus. Dinkes mencatat 8.610 kasus pada Juli, naik menjadi 10.681 kasus pada Agustus, dan melonjak ke 12.819 kasus pada September.

Sepanjang 1-19 Oktober 2026 saja sudah 8.193 kasus. Beban penyakit pernapasan masih tinggi saat udara berbahaya.

Sebaran tertinggi 1-19 Oktober ada di Samarinda Utara 1.528 kasus, Sungai Kunjang 1.236 kasus, dan Samarinda Ulu 1.083 kasus. Terendah Samarinda Kota 195 kasus.

Akumulasi karhutla hingga 19 Oktober mencapai 297 kejadian dengan luas 723,75 hektare. Dalam 14 hari terakhir tambah 48 kejadian seluas 96,77 hektare.

“Dampaknya juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat,” kata Ismed.

Dinkes mengimbau kelompok sensitif tetap di dalam ruangan dan kurangi aktivitas.

“Imbauannya masyarakat sementara menghindari dulu kegiatan di luar ruangan selama kualitas udara berada pada tingkat berbahaya,” pungkas Ismed.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :