EKSPOSKALTIM, Mahulu - Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Alfred mengatakan, pembangunan Bandar Udara (Bandara) di Kabupaten Mahulu ini masih menunggu persetujuan lokasi dari setiap pemerintah kecamatan yang merupakan titik rencana pembangunan.
Dari keempat titik yang direncanakan, tiga titik diantaranya sudah mendapat persetujuan untuk dilakukan pembangunan bandara. Titik pertama berada didekat Kampung Majang, Titik kedua di Long Laham, dan titik ketiga di Memak Besar.
“Nah, yang satunya ini di lokasi perkantoran belum tau gambar lokasinya karena belum ada hitam di atas putih dari pemilik lahan," kata Alfred di kantornya, Jalan Apo Medo, Ujoh Bilang, Long Bagun, Rabu (19/10) siang.
Usai mendapat persetujuan dari setiap petinggi kampung di lokasi pembangunan bandara, selanjutnya akan dilakukan studi kelayakan seperti Fisibilitas Studi (FS), Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), DRD, dan kawasan Kegiatan Operasi Penerbangan (KKOP).
"Kita serahkan kepada konsultan mengenai lokasi yang akan ditetapkan nantinya. Menurut informasi yang saya dapatkan, FS itu dikerjakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), setelah itu kita masuk Draf Rencana Detil kegiatan, baru kita melakukan Amdal, juga akan dilakukan penelitian KKOP," urainya.
Ditegaskan Alfred, pembangunan bandara di Kabupaten Mahulu ini diupayakan segera terealisasi. “Jadi bukan hanya transportasi darat dan laut saja yang ada disini, tapi kita akan perjuangkan semuanya," pungkasnya. (Adv)

