EKSPOSKALTIM, Bontang- Jika dulu jenis penipuan berkedok undian hanya menggunakan media sms (short message service), sekarang dengan semakin mudahnya akses internet, gadget, smartphone, web gratis, serta blog gratis, mereka melakukan penipuan secara lebih sporadis. Tidak luput juga dengan aplikasi pesan singkat berbasis internet seperti whats app dan aplikasi lainnya mereka gunakan untuk menyasar calon korban penipuan yang masih mereka anggap bodoh.
Baru-baru ini kementerian agama Kota Bontang mendapat laporan, bahwa ada salah satu lembaga yang menerima telepon mengatasnamakan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bontang. Menyikapi hal itu, Kementerian Agama Kota Bontang melalui Humas,Yarkani, menghimbau seluruh lembaga keagamaan yang ada di Kota Bontang, agar lebih berhati-hati dan memverifikasi apabila mendapatkan telepon yang mengatas namakan Kementerian Agama Kota Bontang atau Kanwil.
“Saya menghimbau semua lembaga keagamaan yang ada di kota bontang, baik lembaga keagaamaan dari gejera, pura, mesjid, mushola ataupun pondok pesantren, tolong apabila ada orang yang menelpon mengatas namakan dari Kementerian Agama baik dari Bontang maupun dari Propinsi, agar kiranya mencatat namanya dan meminta nomor telepon kantornya. Kemudian, verifikasi kebenarannya ke nomor telpon yang dia berikan, agar kita semua terhindar dari pelaku penipuan yang mengatas namakan lembaga keagamaan ataupun perusahaan tertentu” ujar Yarkani saat ditemui di kantornya, Jalan Pierre Tendean, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Jumat (22/4/2016).
Modus pelaku mengaku dari satu lembaga yang akan memberikan suatu bantuan dalam jumlah besar, namun terlebih dahulu oknum meminta sejumlah uang dengan alasan untuk biaya materai dan administrasi. Menurutnya, ini merupakan modus baru dengan mengatasnamakan suatu lembaga, dan modus ini mirip dengan modus penipuan undian dimana kita harus menyetorkan sejumlah uang terlebih dahulu.
“Meski selama ini para oknum penipu masih menggunakan telepon,sms, dan website palsu, tidak menutup kemungkinan kedepannya dia akan menggunakan metode yang lebih canggih lagi. Olehnya itu, kita semua jangan mudah percaya begitu saja apabila mendapat sms undian ataupun telepon yang mengatasnamakan lembaga ataupun perusahaan tertentu, yang akan memberi sejumlah hadiah, tetapi kita harus memberikan sejumlah uang terlebih dahulu. Intinya kita harus hati-hati,” jelas Yarkani. (*)

