EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Niat mencuri IS (15) dan AQS (13), kedua kakak beradik pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) asal Muara Teweh, Kalimantan Tengah timbul saat melihat sebuah motor bebek yang terparkir di depan sebuah rumah di kawasan Jalan Marsma Iswahyudi, RT 50, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.
Kawasan sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat itu memang terbilang sepi, sebab keduanya memilih beraksi pada dini hari.
Untuk menjalankan aksinya kedua pelaku secara acak memilih target sasaran. Sementara saat sadar kendaraan roda dua miliknya telah hilang, pada pagi hari korban yang bernama Hairul langsung melapor ke pihak Mapolsek Balikpapan Selatan.
Penyelidikan pun digelar. Motor Yamaha Jupiter MX milik korban sempat teridentifikasi oleh pihak kepolisian di kawasan Samboja, Kutai Kartanegara.
Tak berselang lama, pihak kepolisian memperoleh laporan bahwa warga sekitar Kelurahan Sungai Merdeka Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara menggerebek dua anak dibawah umur di sebuah rumah kosong yang terletak di pinggir jalan sepi, Senin (23/1) malam.
“Mereka berdua diamankan karena tidur di sebuah rumah kosong yang tidak ada penghuninya,” jelas Kapolsek Balikpapan Selatan AKP Syarifah Huda didampingi Kanit Reskrim Ipda Hadi Purwanto.
Lantas Hadi bersama tiga anggotanya tancap gas dari Kota Minyak menuju Samboja untuk melakukan pemeriksaan.
“Saat kami cek ternyata mereka mengaku motor yang dibawanya hasil curian,” ujar perwira pertama berpangkat balok satu ini.
Usai diperiksa, sebuah sepeda motor bernomor polisi KT 2571 YS tersebut cocok dengan milik Hairul yang dilaporkan hilang.
Sebagian besar tampilan motor telah banyak yang diubah. Alhasil, kedua bocah tersebut digiring ke Mapolsek Balikpapan Selatan berserta sepeda motor merk Yamaha Jupiter tersebut sebagai barang bukti.
“Mereka berdua beralasan ingin menggunakannya untuk berjalan-jalan, tidak dijual,” jelas Hadi.
Sejauh kasus ini dikembangkan, terungkap keduanya kerap tidur di masjid atau fasilitas umum lainnya selama berada di Balikpapan.
Sedangkan untuk makan sehari-hari, mereka mengaku memilih mencuri di warung-warung sekitar yang luput dari pentauan pemiliknya. Keduanya mengaku pernah mencuri sejumlah buah-buahan untuk dimakan di sebuah toko di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.
“Dua-duanya yang sama-sama berperan sebagai pemetik,” tambah Hadi.
Tak hanya itu, berdasarkan pemeriksaan pihaknya, lanjut Hadi, keduanya juga diduga kuat juga terlibat kasus pencurian serupa di kawasan Tenggarong.
Sebelum sampai ke Balikpapan, dua bocah ini hidup berkelana dari satu kota ke kota lainnya yang ada di seputaran Kaltim. "Bisa dibilang, kedua anak ini merupakan anak terlantar yang tak mendapat perhatian maksimal dari orangtua," ujar pria berkumis ini.
Belakangan hal tersebut lah yang mendorong pihak Polsek Balikpapan Selatan berkoordinasi dengan unsur terkait yakni, Balai Permasyarakatan (Bapas) dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk menyelesaikan proses hukum kedua bocah diluar proses pengadilan atau Diversi.

